KEBUMEN – Kebakaran melanda sebuah warung makan dan toko sembako di Desa Bocor, RT 02 RW 04, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Senin (1/6/2026) petang. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu mengakibatkan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.58 WIB. Kobaran api pertama kali diketahui oleh Maryo, warga sekitar, yang melihat asap dan api muncul dari bangunan warung makan. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari instalasi listrik yang mengalami korsleting di warung makan. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke bangunan toko sembako Bahrunnajah yang berada tepat di samping lokasi awal kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, dua pemilik usaha terdampak, yakni pemilik toko sembako Bahrunnajah dan pemilik warung makan, Sukarsih. Meski kerugian materiil cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kebumen yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi. Dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer dan waktu respons 17 menit, tim pemadam tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar kawasan permukiman.
Selain personel Damkar, penanganan kebakaran juga melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kebumen, PMI Kebumen, Koramil Buluspesantren, dan Polsek Buluspesantren. Sinergi antarinstansi dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman serta memastikan keamanan lingkungan sekitar selama operasi berlangsung.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran yang menghanguskan dua bangunan usaha tersebut. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran ditaksir sekitar Rp700 juta. Besarnya kerugian dipengaruhi oleh rusaknya bangunan beserta berbagai barang dagangan yang berada di dalam warung makan dan toko sembako.
Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang disebabkan oleh instalasi listrik. Pemeriksaan rutin terhadap kabel, sambungan listrik, dan peralatan elektronik dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di kawasan permukiman dan tempat usaha. Beruntung, berkat respons cepat warga dan petugas gabungan, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa meskipun kerugian materiil yang ditimbulkan cukup besar.(KN/*)



Post a Comment