Liga Petanahan Putaran IV Desa Ampelsari 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Persatuan dan Pembinaan Talenta Muda


PETANAHAN – Atmosfer olahraga dan semangat kebersamaan kembali terasa di Kecamatan Petanahan setelah Liga Petanahan Putaran IV Desa Ampelsari Tahun 2026 resmi dibuka pada Rabu, 13 Mei 2026. Turnamen sepak bola antar desa yang menjadi agenda tahunan masyarakat ini dipusatkan di lapangan Desa Ampelsari dan akan berlangsung selama 33 hari hingga 15 Juni 2026 mendatang.

Sebanyak 16 tim dari berbagai desa se-Kecamatan Petanahan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kehadiran puluhan pemain, official, suporter, dan masyarakat yang memadati area lapangan sejak siang hari menandai tingginya antusiasme warga terhadap ajang olahraga rakyat tersebut.

Pembukaan turnamen dilakukan langsung oleh Kepala Desa Ampelsari, Umi Maskanah, S.Pd.Aud. Dalam seremoni pembukaan, ia didampingi jajaran perangkat desa, panitia pelaksana, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna Desa Ampelsari selaku penyelenggara kegiatan.

Pertandingan pembuka mempertemukan tim tuan rumah melawan PS Kewangunan. Laga berlangsung meriah dengan sorak dukungan para suporter yang datang dari berbagai desa. Kedua tim tampil penuh semangat sejak peluit awal dibunyikan, menjadikan pertandingan pembuka berlangsung seru dan menghibur masyarakat yang hadir.

Ketua Karang Taruna Desa Ampelsari, Hilmi Azkia Wirangga, mengatakan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan antardesa di Kecamatan Petanahan.

Menurutnya, sepak bola masih menjadi olahraga yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, melalui turnamen ini pihaknya ingin menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi mereka ke arah yang lebih baik.

“Liga Petanahan ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarwarga desa. Kami ingin anak-anak muda memiliki kegiatan yang positif, sportif, dan mampu menjaga kekompakan masyarakat,” ujar Hilmi di sela pembukaan turnamen.

Ia menambahkan, persiapan turnamen dilakukan cukup panjang oleh panitia dan Karang Taruna. Mulai dari pembentukan kepanitiaan, penataan lapangan, koordinasi dengan tim peserta, hingga pengamanan pertandingan dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda desa.


Ketua panitia pelaksana, Rendi S., menyampaikan rasa syukur karena turnamen akhirnya dapat kembali terlaksana dengan baik pada tahun ini. Ia menyebut seluruh tim menunjukkan antusiasme tinggi sejak pendaftaran dibuka.

“Alhamdulillah tahun ini ada 16 tim yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa semangat sepak bola di Petanahan masih sangat besar. Kami berharap seluruh pertandingan berjalan aman, tertib, dan sportif sampai babak final nanti,” katanya.

Rendi menjelaskan bahwa turnamen dijadwalkan berlangsung selama lebih dari satu bulan dengan sistem pertandingan yang telah disusun panitia. Setiap laga akan digelar di lapangan Desa Ampelsari dan terbuka untuk masyarakat umum.

Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para juara sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para pemain. Untuk juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan, trofi, dan medali. Sedangkan juara kedua memperoleh uang pembinaan serta trofi penghargaan.

Meski hadiah menjadi salah satu motivasi, menurut Rendi, nilai utama dari kompetisi ini tetap berada pada sportivitas dan kebersamaan antarpemuda desa.

Sementara itu, Kepala Desa Ampelsari, Umi Maskanah, S.Pd.Aud., mengapresiasi semangat Karang Taruna dan seluruh panitia yang mampu menyelenggarakan kegiatan besar tingkat kecamatan tersebut. Ia menilai turnamen sepak bola dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan olahraga juga dapat menumbuhkan rasa disiplin, kerja sama, dan sportivitas di kalangan pemuda,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan memang penting, tetapi persaudaraan dan kerukunan masyarakat jauh lebih utama.

“Kalah menang itu biasa dalam pertandingan. Yang paling penting adalah menjaga silaturahmi dan persatuan antardesa,” tambahnya.

Antusiasme juga datang dari para peserta turnamen. Salah satu perwakilan tim peserta mengaku senang karena Liga Petanahan kembali digelar setelah menjadi agenda yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Menurutnya, turnamen seperti ini sangat penting untuk memberikan ruang kompetisi bagi para pemain muda desa agar memiliki pengalaman bertanding yang lebih baik.

“Kami sangat senang bisa ikut berpartisipasi. Turnamen ini menjadi kesempatan bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus menambah pengalaman bermain,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan Karang Taruna yang telah menyiapkan pertandingan dengan baik. Harapannya, kompetisi berjalan lancar hingga akhir dan mampu melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola potensial dari Kecamatan Petanahan.

Sejak sore hari, lapangan Desa Ampelsari terlihat dipenuhi warga yang datang bersama keluarga maupun rekan-rekan mereka. Tidak sedikit pedagang kecil ikut memanfaatkan momentum tersebut untuk berjualan di sekitar area pertandingan sehingga suasana turnamen terasa semakin hidup.

Bagi masyarakat Desa Ampelsari, Liga Petanahan bukan hanya ajang olahraga biasa. Turnamen ini telah menjadi bagian dari hiburan rakyat yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai desa dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Dengan dukungan masyarakat yang tinggi, panitia optimistis Liga Petanahan Putaran IV Tahun 2026 akan berlangsung sukses hingga babak final nanti. Semangat sportivitas, solidaritas pemuda, dan kecintaan terhadap sepak bola diharapkan terus tumbuh melalui kompetisi tersebut.

Selama lebih dari satu bulan ke depan, lapangan Desa Ampelsari dipastikan akan menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola lokal. Ribuan pasang mata diperkirakan hadir menyaksikan setiap pertandingan demi mendukung tim kebanggaan desa masing-masing.

Turnamen ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga masih menjadi media paling efektif dalam membangun kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman. Dari lapangan sederhana di Desa Ampelsari, semangat persatuan dan sportivitas kembali digaungkan untuk seluruh warga Kecamatan Petanahan.(KN/*)

0/Post a Comment/Comments

Busro Collection
Ads2