Mirit – Komando Distrik Militer (Kodim) 0709/Kebumen bersama berbagai elemen masyarakat menggelar aksi penanaman mangrove serentak di kawasan Pantai Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program “Penguatan Pembinaan Teritorial, TNI AD Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh Negeri Tangguh”.
Aksi penanaman mangrove dipimpin langsung oleh Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster KSAD) dan melibatkan unsur Forkopimda, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, pelajar, hingga sektor swasta. Sebanyak 3.000 bibit mangrove ditanam di sepanjang kawasan pesisir Pantai Lembupurwo sebagai upaya menjaga ekosistem pantai dan mengurangi dampak abrasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf. Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., jajaran TNI, unsur pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan, pelajar, hingga warga sekitar pesisir Mirit.
Kegiatan diawali dengan apel bersama dan penyerahan simbolis bibit mangrove sebelum seluruh peserta turun langsung ke area pesisir untuk melakukan penanaman. Meski cuaca cukup terik, semangat peserta tetap tinggi mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari.
Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf. Eko Majlistyawan Prihantono mengatakan, penanaman mangrove merupakan langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dari ancaman abrasi pantai yang terus terjadi di kawasan selatan Kebumen.
Menurutnya, mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami untuk menahan gelombang laut, mengurangi abrasi, serta menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir.
“Pantai selatan memiliki tantangan abrasi yang cukup serius. Karena itu, penanaman mangrove ini menjadi langkah konkret untuk menjaga garis pantai sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Dandim di sela kegiatan.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Mangrove yang ditanam hari ini harus dirawat bersama agar tumbuh baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir,” lanjutnya.
Selain menjadi pelindung pantai, keberadaan hutan mangrove juga dinilai mampu mendukung sektor ekonomi masyarakat, terutama perikanan dan pariwisata berbasis lingkungan. Kawasan mangrove yang terjaga dapat menjadi habitat alami berbagai jenis ikan, kepiting, hingga burung pesisir yang hidup di wilayah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kabupaten Kebumen Teguh Kristiyanto, S.E., M.T., yang hadir mewakili Kepala DLHKP Kebumen, menyampaikan apresiasi atas inisiatif TNI AD dalam mendorong gerakan pelestarian lingkungan pesisir.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pantai di Kebumen.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena penanaman mangrove memiliki manfaat besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain mencegah abrasi, mangrove juga berfungsi menjaga kualitas lingkungan laut dan mendukung keberlangsungan ekosistem,” kata Teguh.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir terus meningkat sehingga kerusakan lingkungan dapat diminimalkan.
“Penanaman mangrove bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh upaya-upaya pelestarian lingkungan seperti ini,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen yang diwakili Kepala Bidang Darurat dan Logistik, Bagus Priyanto, S.ST. Menurutnya, keberadaan mangrove sangat penting dalam upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir selatan Kebumen.
Ia menjelaskan, abrasi dan gelombang pasang menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir, sehingga penanaman mangrove menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko bencana.
“Vegetasi mangrove mampu menjadi penahan alami ketika terjadi gelombang tinggi maupun abrasi. Ini merupakan bagian dari mitigasi bencana berbasis lingkungan yang sangat efektif jika dilakukan secara berkelanjutan,” jelas Bagus Priyanto.
BPBD Kebumen, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan penghijauan pesisir karena selain melindungi lingkungan juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana alam.
Di sisi lain, perwakilan Komunitas Mangrove Desa Lembupurwo menyambut positif kegiatan penanaman mangrove tersebut. Menurutnya, kawasan pesisir Mirit membutuhkan perhatian berkelanjutan karena abrasi terus terjadi hampir setiap tahun dan mengancam area daratan maupun vegetasi pantai.
Mereka berharap kegiatan penanaman mangrove tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut dengan pendampingan dan perawatan yang baik sehingga tanaman dapat tumbuh maksimal.
Pantai Lembupurwo sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan pesisir di Kabupaten Kebumen yang memiliki ekosistem mangrove cukup penting. Selain menjadi habitat berbagai jenis satwa, kawasan ini juga menjadi destinasi wisata alam yang mulai berkembang dan menarik minat wisatawan.
Melalui kegiatan penanaman mangrove serentak tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir semakin meningkat. Penanaman ribuan mangrove itu sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan generasi mendatang.(KN/*)




Post a Comment