Petanahan – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terjadi di sebuah toko bangunan di Desa Munggu, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Sabtu (2/5/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, pemilik toko bersama istrinya menjadi korban penyekapan oleh empat pria bertopeng yang diduga telah merencanakan aksinya secara matang.
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di Toko Bangunan Setiabudi milik Yulianto yang berada di RT 02 RW 03 Desa Munggu. Saat kejadian, korban bernama Ade Catur Pamungkas dan istrinya sedang tertidur di kamar lantai dua rumah yang berada di bagian belakang toko bangunan.
Tanpa disadari korban, empat pelaku berhasil masuk ke area rumah setelah menjebol pagar belakang yang terbuat dari batako. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan lubang pada tembok pagar dengan ukuran sekitar 60 x 60 sentimeter yang diduga digunakan pelaku untuk masuk.
Setelah berhasil masuk ke area rumah, para pelaku kemudian menuju pintu rumah yang diketahui dalam kondisi tidak terkunci. Sebelum naik ke lantai dua, pelaku juga lebih dulu melumpuhkan penjaga toko yang berada di kamar jaga.
Penjaga toko diikat oleh pelaku agar tidak dapat memberikan perlawanan maupun meminta pertolongan. Setelah memastikan situasi aman, para pelaku kemudian naik ke lantai dua tempat korban dan istrinya sedang tidur.
Ade Catur mengaku terkejut saat mendapati empat orang tak dikenal sudah berada di dalam kamar. Para pelaku disebut mengenakan penutup wajah dan sebagian membawa senjata tajam.
Korban dan istrinya langsung diancam agar tidak melawan. Salah satu pelaku bahkan sempat mengeluarkan ancaman serius kepada korban.
“Yang penting kalian diam saja, jangan melawan. Kalau nurut tidak kami apa-apakan, tapi kalau melawan akan dibunuh,” ujar Ade menirukan ucapan pelaku.
Dalam kondisi panik dan terancam, korban bersama istrinya tidak bisa berbuat banyak. Para pelaku kemudian mengikat tangan korban menggunakan kabel ties, tali sepatu, serta tali tambang agar tidak dapat bergerak.
Setelah korban berhasil dilumpuhkan, dua pelaku tetap berjaga di lantai dua, sementara dua lainnya turun ke lantai satu untuk menggeledah rumah dan toko bangunan.
Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya dua cincin emas seberat 3 gram dan 1,5 gram, serta satu gelang emas seberat 4,5 gram lengkap dengan surat pembeliannya.
Selain perhiasan emas, pelaku juga menggasak uang tunai sekitar Rp2 juta yang tersimpan di dompet dan celengan milik korban.
Tak berhenti di situ, para pelaku turut mengambil uang di laci kasir toko bangunan dengan jumlah sekitar Rp700 ribu.
Korban hanya bisa pasrah menyaksikan pelaku menguras harta bendanya dalam kondisi tangan terikat. Situasi mencekam berlangsung selama beberapa waktu hingga para pelaku akhirnya meninggalkan lokasi.
Sekitar pukul 02.30 WIB, korban bersama istrinya berhasil membebaskan diri dengan memotong tali pengikat menggunakan gunting yang ditemukan di sekitar kamar.
Saat turun ke lantai bawah, korban mendapati penjaga toko juga berada dalam kondisi terikat di kamar jaga.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, pelaku diduga telah mempersiapkan aksinya dengan cukup rapi. Selain menjebol tembok belakang, para pelaku juga sempat merusak kamera CCTV untuk menghilangkan jejak.
Pelaku bahkan diduga sempat berniat membawa kabur mobil milik korban. Namun rencana tersebut batal setelah mereka mengetahui kendaraan itu telah dilengkapi sistem GPS.
Tidak hanya mobil, dua unit sepeda motor milik korban juga sempat menjadi sasaran. Akan tetapi, pelaku akhirnya hanya membawa kunci kendaraan tanpa sempat membawa motor tersebut.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya potongan kabel ties, tali sepatu, tali tambang, hingga dua dompet milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai sekitar Rp16 juta.
Beruntung, tidak ada korban luka dalam aksi perampokan tersebut. Meski demikian, korban dan keluarganya mengalami trauma akibat ancaman dan penyekapan yang dilakukan para pelaku.
Kasus pencurian dengan kekerasan ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku yang hingga kini masih buron.
Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan komplotan profesional mengingat pelaku terlihat cukup terorganisir saat menjalankan aksinya.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, serta memastikan sistem keamanan rumah maupun tempat usaha dalam kondisi baik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(KN/*)



Post a Comment