KEBUMEN – Kabupaten Kebumen dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki karakter masyarakat religius dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Meski demikian, keberagaman keyakinan tetap menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat. Di tengah dominasi penduduk Muslim, komunitas penganut agama lain masih tersebar di berbagai wilayah kecamatan, termasuk umat Buddha yang keberadaannya cukup terkonsentrasi di sejumlah daerah tertentu.
Berdasarkan Data Agregat Kependudukan (DAK) Kabupaten Kebumen Semester II Tahun 2025, jumlah warga yang memeluk agama Buddha tercatat sebanyak 1.987 jiwa. Jumlah tersebut setara dengan 0,137 persen dari total penduduk Kabupaten Kebumen.
Jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, populasi umat Buddha mengalami penurunan dalam jumlah yang relatif kecil. Pada tahun 2024, jumlah penganut agama Buddha di Kabupaten Kebumen tercatat sebanyak 2.015 jiwa. Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun terjadi pengurangan sebanyak 28 jiwa.
Meski mengalami penurunan, komunitas Buddha di Kebumen tetap menjadi salah satu kelompok keagamaan yang memiliki eksistensi cukup kuat di beberapa wilayah. Sebaran penduduk penganut Buddha tidak merata di seluruh kecamatan, melainkan terkonsentrasi di sejumlah daerah yang selama ini dikenal memiliki komunitas Buddha yang cukup besar.
Rowokele Menjadi Kantong Terbesar
Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kebumen, Kecamatan Rowokele tercatat sebagai wilayah dengan jumlah umat Buddha terbanyak. Data menunjukkan terdapat 688 jiwa pemeluk agama Buddha yang berdomisili di kecamatan tersebut.
Jumlah itu setara dengan lebih dari sepertiga total umat Buddha yang ada di Kabupaten Kebumen. Kondisi ini menjadikan Rowokele sebagai pusat komunitas Buddha terbesar di wilayah selatan Kabupaten Kebumen.
Posisi kedua ditempati oleh Kecamatan Ayah dengan jumlah 399 jiwa. Sementara Kecamatan Kuwarasan berada di urutan ketiga dengan 270 jiwa, disusul Kecamatan Sempor yang memiliki 180 jiwa penganut agama Buddha.
Empat kecamatan tersebut menjadi wilayah dengan konsentrasi terbesar komunitas Buddha di Kabupaten Kebumen.
Selain itu, terdapat pula sejumlah kecamatan lain yang memiliki populasi umat Buddha meskipun jumlahnya tidak sebanyak wilayah-wilayah utama tersebut.
Sebaran Umat Buddha di Kebumen
Berikut rincian jumlah pemeluk agama Buddha di masing-masing kecamatan berdasarkan Data Agregat Kependudukan Semester II Tahun 2025:ependudukan Semester II Tahun 2025:
| Kecamatan | Jumlah Umat Buddha |
|---|---|
| Rowokele | 688 jiwa |
| Ayah | 399 jiwa |
| Kuwarasan | 270 jiwa |
| Sempor | 180 jiwa |
| Kebumen | 132 jiwa |
| Buayan | 109 jiwa |
| Gombong | 71 jiwa |
| Karanganyar | 52 jiwa |
| Adimulyo | 4 jiwa |
| Klirong | 4 jiwa |
| Karanggayam | 3 jiwa |
| Sruweng | 3 jiwa |
| Pejagoan | 2 jiwa |
| Prembun | 2 jiwa |
| Karangsambung | 1 jiwa |
| Petanahan | 1 jiwa |
| Mirit | 1 jiwa |
| Kutowinangun | 1 jiwa |
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar umat Buddha di Kebumen berada di wilayah bagian barat dan selatan kabupaten. Sementara di sejumlah kecamatan lain jumlah penganutnya hanya beberapa orang saja.
Islam Tetap Mendominasi
Secara keseluruhan, komposisi penduduk Kabupaten Kebumen berdasarkan agama masih didominasi secara mutlak oleh pemeluk agama Islam.
Dari total penduduk yang tercatat pada Semester II Tahun 2025, sebanyak 1.440.507 jiwa atau sekitar 99,112 persen merupakan pemeluk agama Islam.
Dominasi tersebut menjadikan Kebumen sebagai salah satu daerah dengan tingkat mayoritas Muslim yang sangat tinggi di Jawa Tengah.
Di posisi kedua terdapat komunitas umat Kristen dengan jumlah 7.045 jiwa atau sekitar 0,485 persen dari total penduduk.
Sementara umat Katolik menempati urutan ketiga dengan jumlah 3.662 jiwa atau setara 0,252 persen.
Setelah itu, umat Buddha berada di posisi keempat dengan jumlah 1.987 jiwa atau 0,137 persen dari keseluruhan populasi Kabupaten Kebumen.
Hindu dan Konghucu Jadi Kelompok Terkecil
Data kependudukan juga menunjukkan bahwa pemeluk agama Hindu dan Konghucu merupakan kelompok dengan jumlah paling sedikit di Kabupaten Kebumen.
Jumlah penganut agama Hindu tercatat hanya 26 jiwa atau sekitar 0,002 persen dari total penduduk. Sedangkan pemeluk agama Konghucu berjumlah 8 jiwa atau sekitar 0,001 persen.
Meski jumlahnya sangat kecil, kedua komunitas tersebut tetap menjadi bagian dari keragaman masyarakat Kebumen yang hidup berdampingan dengan kelompok agama lainnya.
Cerminan Keberagaman dan Toleransi
Peta demografi berdasarkan agama ini menunjukkan bahwa Kabupaten Kebumen memiliki tingkat keberagaman yang tetap terjaga meskipun mayoritas penduduknya berasal dari satu kelompok agama.
Keberadaan komunitas Buddha yang cukup besar di Kecamatan Rowokele, Ayah, Kuwarasan, dan Sempor menjadi salah satu bukti bahwa pluralitas masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Selama ini, hubungan antarumat beragama di Kabupaten Kebumen dikenal berjalan harmonis. Berbagai komunitas agama hidup berdampingan dan menjalankan aktivitas keagamaan masing-masing dalam suasana yang kondusif.
Data kependudukan tersebut bukan sekadar angka statistik, tetapi juga menggambarkan wajah sosial Kabupaten Kebumen yang dibangun di atas semangat toleransi dan saling menghormati. Kehadiran umat Buddha bersama komunitas agama lainnya turut memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kebumen, sekaligus memperkuat nilai kebhinekaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.(KN/*)



Post a Comment