Kebumen - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen untuk memperkuat kapasitas para pendidik Islam di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya. Melalui Seminar Kependidikan bertema “Penguatan Kompetensi Pendidikan Islam”, kampus tersebut mengajak para ustadz dan ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) maupun Madrasah Diniyah (Madin) agar terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan tinggi.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 bertempat di Auditorium IAINU Kebumen itu berlangsung penuh antusias. Selain menjadi bagian dari peringatan Hardiknas, seminar tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI).
Puluhan calon mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Mayoritas peserta berasal dari kalangan ustadz dan ustadzah TPQ maupun Madin yang selama ini aktif mengabdikan diri di lembaga pendidikan keagamaan nonformal di Kebumen dan wilayah sekitarnya.
Hadir dalam kegiatan itu Rektor Dr Benny Kurniawan, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr Umi Arifah, Kaprodi PAI Dr Siti Fatimah, serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Agus Salim Chamidi.
Dalam sambutannya, Rektor Dr Benny Kurniawan menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama dalam memajukan pendidikan Islam. Menurutnya, para ustadz dan ustadzah yang selama ini mengajar di TPQ dan Madin memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga kompetensinya perlu terus diperkuat.
Ia mendorong para pendidik keagamaan untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan melalui program RPL yang disiapkan IAINU Kebumen. Program tersebut dinilai sangat membantu para guru dan tenaga kependidikan yang sudah memiliki pengalaman mengajar tetapi belum memiliki ijazah sarjana.
“Pengalaman mengajar yang selama ini dimiliki para ustadz dan ustadzah adalah modal yang sangat berharga. Melalui program RPL, pengalaman itu dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik sehingga masa studi menjadi lebih efektif,” ujarnya.
Menurut Benny, tantangan pendidikan Islam di era modern semakin kompleks. Seorang pendidik tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, hingga dinamika sosial masyarakat.
Karena itu, ia berharap program RPL dapat menjadi jembatan bagi para guru agama untuk meningkatkan kapasitas tanpa harus meninggalkan aktivitas mengajar yang selama ini dijalankan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr Umi Arifah mengajak seluruh peserta seminar untuk memperdalam empat kompetensi dasar pendidik Islam, yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Menurutnya, empat kompetensi tersebut menjadi fondasi utama bagi seorang guru agar mampu menjalankan tugas pendidikan secara optimal. Ia menilai guru agama saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding masa sebelumnya.
“Di era digital seperti sekarang, pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru juga harus mampu memahami perkembangan teknologi dan pola belajar generasi muda,” jelasnya.
Umi Arifah menambahkan bahwa perkembangan media sosial dan arus informasi digital menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan Islam. Banyak peserta didik yang kini lebih cepat menerima informasi dari internet dibanding dari guru di kelas.
Karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang baik agar pembelajaran tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. Selain itu, pendidik juga harus mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam seminar tersebut, Kaprodi PAI Dr Siti Fatimah lebih banyak menjelaskan tentang skema perkuliahan RPL pada Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam. Ia menerangkan bahwa program RPL memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja di bidang pendidikan untuk melanjutkan kuliah dengan sistem pengakuan pengalaman kerja.
Melalui sistem tersebut, pengalaman mengajar dan berbagai pelatihan yang pernah diikuti peserta dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester tertentu. Dengan begitu, masa studi mahasiswa menjadi lebih singkat dibanding jalur reguler.
Fatimah juga memaparkan visi Prodi PAI IAINU Kebumen yang ingin menjadi program studi unggul, rujukan, dan mengglobal berbasis kearifan lokal. Menurutnya, pendidikan Islam harus mampu berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat.
Ia turut membagikan sejumlah praktik baik atau best practice dari dosen dan mahasiswa Prodi PAI, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal itu menjadi bukti bahwa mahasiswa dan lulusan IAINU Kebumen mampu bersaing dan berkontribusi di berbagai bidang pendidikan.
“Mahasiswa PAI tidak hanya belajar teori, tetapi juga didorong aktif dalam penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan pendidikan berbasis lokal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPM sekaligus asesor RPL Agus Salim Chamidi memberikan motivasi kepada para peserta agar percaya diri mengikuti program RPL. Ia menilai para ustadz dan ustadzah TPQ maupun Madin sebenarnya telah memiliki pengalaman luar biasa dalam dunia pendidikan.
Menurut Agus, pengalaman bertahun-tahun mengajar merupakan kekuatan utama yang menjadi nilai lebih dalam program RPL. Karena itu, ia meminta peserta tidak merasa minder untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.
Agus juga menjelaskan sejumlah syarat administrasi yang perlu dipersiapkan calon mahasiswa. Salah satu syarat utama adalah telah bekerja di lembaga pendidikan minimal selama dua tahun.
Selain itu, peserta juga perlu melengkapi berbagai dokumen pendukung seperti surat tugas mengajar, sertifikat pelatihan, portofolio kegiatan, hingga dokumen administrasi lainnya yang berkaitan dengan pengalaman kerja.
“Kesiapan administrasi sangat penting agar proses asesmen berjalan lancar. Namun yang paling utama adalah semangat belajar dan kemauan meningkatkan kualitas diri,” katanya.
Tak hanya membuka program RPL S1 PAI, IAINU Kebumen juga berencana segera membuka program RPL S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sebelumnya, kampus tersebut telah menyelenggarakan perkuliahan RPL untuk S1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan S2 MPI.
Kehadiran berbagai program RPL itu menjadi bentuk komitmen IAINU Kebumen dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya para pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah aktif bekerja.
Program tersebut dinilai sangat membantu karena memberikan kesempatan kuliah dengan biaya yang relatif terjangkau dan sistem pembelajaran yang fleksibel. Dengan demikian, para guru tetap dapat menjalankan aktivitas mengajar sambil melanjutkan pendidikan.
Melalui seminar kependidikan ini, Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen berharap semakin banyak pendidik Islam yang terdorong meningkatkan kompetensinya. Sebab, kualitas pendidikan Islam tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas para guru yang mendidik generasi masa depan.
Momentum Hardiknas pun menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus terus diperkuat, termasuk dalam bidang pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membangun karakter dan moral bangsa.(KN/*)
.jpeg)
.jpeg)


Post a Comment