KEBUMEN – Puncak Pemilihan Duta Pelajar Peduli HIV/AIDS Kabupaten Kebumen Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat di Pendopo Kabumian, Minggu (31/5/2026) malam. Ajang yang menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan peran generasi muda dalam upaya pencegahan HIV/AIDS ini berhasil menjaring pelajar-pelajar terbaik dari berbagai SMA, MA, dan SMK di Kabupaten Kebumen.
Sebanyak 20 finalis terbaik, terdiri dari 10 putra dan 10 putri, tampil dalam babak Grand Final setelah melewati serangkaian seleksi yang cukup panjang dan kompetitif. Mereka memperebutkan gelar Duta Pelajar Peduli HIV/AIDS Kabupaten Kebumen 2026 sekaligus total uang pembinaan senilai Rp19 juta dan trofi penghargaan.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari kalangan pelajar. Tercatat sebanyak 147 peserta dari 27 sekolah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, panitia melakukan seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga pembekalan dan karantina sebelum akhirnya menetapkan 20 finalis yang berhak tampil di panggung Grand Final.
Ajang ini tidak hanya menguji pengetahuan peserta mengenai HIV/AIDS, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, serta komitmen mereka dalam mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan remaja, tentang pentingnya pencegahan HIV/AIDS.
Dewan Juri Berpengalaman
Kompetisi dinilai langsung oleh dewan juri yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari legislatif, akademisi, hingga tenaga kesehatan. Mereka adalah:
* dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah
* Nurjanah Zaeni Miftah, Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen
* Novanda Alim Setya Nugraha, Akademisi
* dr. Aurina Widya Hapsari, Kepala Bidang Yankesmas Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen
Para juri menilai kemampuan finalis dalam menjawab pertanyaan, menyampaikan gagasan, serta menawarkan program kerja yang relevan untuk mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda.
Persaingan Ketat hingga Babak Akhir
Pada malam Grand Final, 20 finalis terlebih dahulu diseleksi menjadi 10 besar atau lima pasang terbaik. Mereka diuji melalui sesi tanya jawab berdasarkan nomor undian yang telah disiapkan oleh panitia dan dewan juri.
Persaingan semakin sengit ketika jumlah peserta kembali dikerucutkan menjadi enam besar atau tiga pasang finalis. Nomor peserta yang berhasil melaju ke tahap ini adalah 03, 10, 12, 15, 19, dan 20.
Di babak penentuan, para finalis menjalani sesi debat serta menjawab pertanyaan lanjutan dari dewan juri. Kemampuan berpikir kritis, penguasaan materi, serta cara menyampaikan gagasan menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri akhirnya menetapkan para juara sebagai berikut:
| Peringkat | Putra | Sekolah | Putri | Sekolah |
|---|---|---|---|---|
| Juara 1 | Rais Shiddiq Fathurrahman | SMA Negeri 2 Kebumen | Alvira Khairunnisa | SMA Negeri 1 Kebumen |
| Juara 2 | Rafka Asyraf Fakhrezy | SMA Negeri 1 Kebumen | Tsaniya Salsabila | SMA Negeri 2 Kebumen |
| Juara 3 | Muhammad Ibrahim Raja Darmawan | SMK Negeri 1 Karanganyar | Fahima Qanita Azizah | SMA Muhammadiyah Kebumen |
Juara Mengaku Tak Menyangka
Keberhasilan meraih gelar juara ternyata tidak pernah dibayangkan oleh sebagian peserta. Juara 2 Putri, Tsaniya Salsabila, mengaku sempat merasa tidak percaya diri melihat kualitas peserta lain yang sangat baik.
Menurutnya, seluruh finalis memiliki kemampuan dan program kerja yang menarik sehingga persaingan berlangsung sangat ketat hingga tahap akhir.
Hal serupa dirasakan oleh pasangan Juara 2 Putra, Rafka Asyraf Fakhrezy. Ia mengaku bersyukur dapat melangkah hingga babak final dan meraih posisi kedua di ajang tersebut.
Sementara itu, Alvira Khairunnisa yang berhasil menyabet gelar Juara 1 Putri telah menyiapkan sejumlah program nyata untuk dijalankan setelah resmi dinobatkan sebagai Duta Pelajar Peduli HIV/AIDS Kabupaten Kebumen 2026.
Ia berencana menggelar kegiatan edukatif seperti talk show, kampanye pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah, hingga membangun jejaring duta pelajar di berbagai sekolah sebagai sarana penyebarluasan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS.
Di sisi lain, Rais Shiddiq Fathurrahman yang terpilih sebagai Juara 1 Putra menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program pemerintah dan organisasi kesehatan dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan target global *Three Zero HIV/AIDS 2030*, yakni nol infeksi baru HIV, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Daftar 20 Besar Finalis
Finalis Putra
| No | Nama | Sekolah |
|---|---|---|
| 01 | Muhammad Farhan Sulistyanto | SMA Negeri 1 Karanganyar |
| 03 | Rais Shiddiq Fathurrahman | SMA Negeri 2 Kebumen |
| 05 | Hafid Akbar Nasrulloh | SMA Muhammadiyah Kebumen |
| 07 | Yusuf Alfiandra | SMA Negeri 1 Kebumen |
| 09 | Rayhand Aleksanda | SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen |
| 11 | Ilham Ali Nur Faizi | SMK Negeri 1 Puring |
| 13 | Heli Wijayanto | MA Plus Nururrohmah |
| 15 | Muhammad Ibrahim Raja Darmawan | SMK Negeri 1 Karanganyar |
| 17 | Wildan Arga Yuniardana | SMA Negeri 1 Prembun |
| 19 | Rafka Asyraf Fakhrezy | SMA Negeri 1 Kebumen |
Finalis Putri
| No | Nama | Sekolah |
|---|---|---|
| 02 | Zahra Elshifa Laila Ali | SMA Negeri 1 Gombong |
| 04 | Eighteena Zulia Rachma | MAN 2 Kebumen |
| 06 | Najma Nurraida Wisista | MAN 2 Kebumen |
| 08 | Wanda Meidiani Ardina | SMA Negeri 1 Rowokele |
| 10 | Alvira Khairunnisa | SMA Negeri 1 Kebumen |
| 12 | Tsaniya Salsabila | SMA Negeri 2 Kebumen |
| 14 | Roihana Marwa Aribah | SMA Negeri 1 Kebumen |
| 16 | Adinda Suci Rahmadina | MA Plus Nururrohmah |
| 18 | Wiji Muzahrotun Fitriyani | SMA Negeri 1 Pejagoan |
| 20 | Fahima Qanita Azizah | SMA Muhammadiyah Kebumen |
Ajang Pemilihan Duta Pelajar Peduli HIV/AIDS Kabupaten Kebumen 2026 tidak hanya menjadi kompetisi pencarian duta semata, tetapi juga menjadi sarana pembentukan agen perubahan di kalangan pelajar. Melalui para finalis dan pemenang yang terpilih, diharapkan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS dapat semakin luas menjangkau generasi muda serta membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma.(KN/*)


Post a Comment