Karanganyar - Suasana sore di wilayah Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen mendadak geger setelah muncul kobaran api dan asap tebal di sekitar area SD IT Logaritma Karanganyar, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran tumpukan sampah bambu yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa itu sempat membuat warga sekitar panik karena api cepat membesar dan menimbulkan kepulan asap yang terlihat dari kejauhan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor kepada petugas agar api tidak merembet ke bangunan sekolah maupun permukiman warga di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik kebakaran berada di area dekat lingkungan sekolah SD IT Logaritma Karanganyar yang berada di Kelurahan Plarangan. Awalnya api berasal dari pembakaran tumpukan sampah bambu. Namun karena kondisi material bambu yang mudah terbakar dan cuaca cukup kering, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan secara manual.
Sejumlah warga sempat berusaha melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya sebelum petugas datang ke lokasi. Namun kobaran api yang terus membesar membuat warga memilih menjauh demi keamanan.
Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Proses pemadaman dan penanganan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Gombong bersama personel dari Polsek Karanganyar, Koramil Karanganyar, serta tim dari Kelurahan Plarangan.
Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan sekolah maupun area lain di sekitarnya. Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum meluas lebih jauh.
Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp1,2 juta. Kerugian terutama berasal dari material yang terbakar di sekitar lokasi kejadian.
Kejadian ini juga sempat menjadi perhatian warga sekitar karena lokasi kebakaran berada dekat fasilitas pendidikan. Banyak warga khawatir api akan merembet ke bangunan sekolah dan menyebabkan kerusakan lebih besar.
Petugas kemudian melakukan pendinginan di area bekas kebakaran guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Aparat gabungan juga langsung mengamankan lokasi kejadian untuk mencegah warga mendekat ke area yang masih berpotensi berbahaya.
Hingga malam hari, situasi di lokasi dilaporkan sudah kondusif. Aktivitas warga di sekitar area sekolah juga kembali normal setelah petugas memastikan api benar-benar padam.
Sebagai tindak lanjut, aparat setempat telah melakukan pengamanan lokasi kejadian. Selain itu, koordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait juga terus dilakukan guna memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.
Petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas pembakaran sampah bambu yang kemudian memicu kobaran api lebih besar akibat material mudah terbakar di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di area dekat bangunan penting seperti sekolah, rumah warga, maupun fasilitas umum lainnya. Api kecil yang terlihat sepele dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran besar apabila tidak diawasi dengan baik.
Warga juga diimbau segera melapor kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian yang lebih besar bisa diminimalkan. (KN/*)




Post a Comment