Sempor — Upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat terus dilakukan oleh LP Ma'arif NU di wilayah Kabupaten Kebumen. Salah satu terobosan nyata datang dari LP Ma’arif NU Sempor yang menjadi satu-satunya lembaga pendidikan Ma’arif di Kebumen yang membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan nama PKBM Lintang Nusantara Sempor.
PKBM ini hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat. Tujuannya tidak hanya memberikan layanan pendidikan setara sekolah formal, tetapi juga memberdayakan potensi lokal agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang.
Berlokasi di kompleks Gedung MWCNU Sempor, PKBM Lintang Nusantara menawarkan program pendidikan kejar paket yang meliputi Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal, baik karena faktor ekonomi, pekerjaan, maupun alasan lainnya.
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Kebumen dalam keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran PKBM ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di bidang pendidikan. Menurutnya, tidak semua warga memiliki kesempatan menempuh pendidikan formal secara konvensional, sehingga diperlukan alternatif yang tetap berkualitas dan diakui secara resmi.
“PKBM ini kami hadirkan sebagai jembatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan hak belajar, karena pendidikan adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PKBM Lintang Nusantara tidak hanya berfokus pada penyampaian materi akademik, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Dengan pendekatan ini, diharapkan lulusan PKBM tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan yang aplikatif.
Memasuki tahun ajaran 2026–2027, PKBM Lintang Nusantara Sempor resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Program ini terbuka bagi masyarakat umum tanpa batasan usia, sehingga memberikan kesempatan luas bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan.
Sejumlah keunggulan ditawarkan oleh PKBM ini, di antaranya sistem belajar yang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan waktu peserta didik, terutama bagi mereka yang sudah bekerja. Selain itu, biaya pendidikan yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, tenaga pengajar yang terlibat merupakan pendidik berpengalaman di bidangnya, sehingga kualitas pembelajaran tetap terjaga. Ijazah yang diperoleh juga diakui secara resmi oleh negara, sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun keperluan dunia kerja.
Respon positif datang dari masyarakat sekitar. Salah satu warga Sempor mengaku sangat terbantu dengan adanya PKBM ini. Menurutnya, banyak warga yang sebelumnya kesulitan melanjutkan pendidikan kini memiliki harapan baru.
“Ini sangat membantu kami, terutama bagi yang dulu putus sekolah. Sekarang bisa belajar lagi tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Kehadiran PKBM Lintang Nusantara Sempor juga dinilai mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Dengan akses pendidikan yang lebih mudah dan terjangkau, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup serta berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah.
LP Ma’arif NU Sempor optimistis bahwa program ini akan mendapat sambutan luas dari masyarakat. Selain sebagai lembaga pendidikan, PKBM ini juga diharapkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan perubahan positif secara berkelanjutan.
Dengan semangat inklusivitas dan pemberdayaan, PKBM Lintang Nusantara Sempor hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat yang ingin meraih pendidikan setara tanpa harus terikat pada sistem formal. Langkah ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.


Post a Comment