Cetak Kader Tangguh, GARFA Fatayat NU Kebumen Gelar DTD II dengan Semangat Militan


Kebumen — Garda Fatayat (GARFA) Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) II selama dua hari, mulai Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung MWC NU Kebumen, Jalan Kusuma, dan diikuti oleh sekitar 60 peserta dari berbagai ranting Fatayat NU se-Kabupaten Kebumen.

DTD II menjadi momentum penting dalam proses kaderisasi GARFA sebagai satuan khusus di bawah Fatayat NU. GARFA sendiri dikenal sebagai pengembangan dari Banser wanita yang memiliki peran strategis dalam penguatan kapasitas perempuan, khususnya dalam bidang kedisiplinan, kepemimpinan, serta kesiapsiagaan sosial.

Acara pembukaan dikemas dalam suasana khidmat melalui apel resmi yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama serta badan otonom (banom) NU di Kabupaten Kebumen, yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan kader perempuan melalui GARFA.

Dalam sambutannya, Dr. Imam Satibi menegaskan bahwa GARFA memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan perempuan. Ia menekankan bahwa kader GARFA harus mampu menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, serta memiliki integritas tinggi dalam setiap peran yang dijalankan di masyarakat.

“GARFA bukan sekadar organisasi, tetapi benteng pertahanan perempuan NU yang harus siap menghadapi berbagai tantangan zaman. Kadernya harus sigap, disiplin, dan memiliki komitmen ideologis yang kuat,” ujarnya.

Prosesi pembukaan juga ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang para kader dalam menempuh proses pendidikan dan pelatihan di lingkungan GARFA.

Komandan GARFA Kebumen, Siti Nurkhasanah, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan DTD II ini dirancang untuk membentuk karakter kader yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan ideologi. Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya sistematis dalam mencetak kader perempuan yang siap berkontribusi aktif di tengah masyarakat.

“DTD ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah ruang pembentukan jati diri kader GARFA agar mampu menjadi perempuan yang tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Kami ingin melahirkan kader yang siap terjun langsung dalam berbagai situasi, baik sosial maupun kebencanaan,” ungkap Siti Nurkhasanah.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi dan pelatihan, mulai dari penguatan ideologi ke-NU-an, kedisiplinan, kepemimpinan, hingga praktik lapangan yang menuntut kekompakan dan ketahanan fisik. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk karakter kader yang solid dan siap menghadapi dinamika di lapangan.

Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama kegiatan. Para peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh semangat dan dedikasi, mencerminkan komitmen mereka untuk menjadi bagian dari GARFA yang profesional dan berdaya.

Dengan terselenggaranya DTD II ini, diharapkan GARFA Kebumen semakin solid sebagai wadah kaderisasi perempuan NU yang progresif dan responsif terhadap berbagai tantangan sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.

“Selamat berproses, sahabat. Jadilah garda terdepan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh dalam ideologi,” pungkas Siti Nurkhasanah.

Post a Comment

Previous Post Next Post