Purwokerto – Suasana haru dan semangat tampak mewarnai pelepasan peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Terminal Bulupitu, Purwokerto. Ratusan warga, khususnya pemudik asal Kabupaten Kebumen, kembali diberangkatkan menuju kota perantauan mereka melalui fasilitas transportasi gratis yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Program tahunan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam membantu masyarakat, khususnya pekerja sektor informal, agar dapat kembali ke tempat kerja dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya transportasi.
Pada kegiatan pelepasan di Terminal Bulupitu, total sebanyak 21 bus diberangkatkan dengan rincian sebagai berikut: Pemprov Jawa Tengah menyediakan 7 bus, Kabupaten Banyumas 6 bus, Kabupaten Cilacap 5 bus, Kabupaten Purbalingga 1 bus, Kabupaten Banjarnegara 1 bus, serta Kabupaten Kebumen turut berpartisipasi dengan 1 bus.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Perhubungan Jawa Tengah, unsur Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kebumen, serta para pemudik yang akan kembali ke perantauan setelah merayakan Hari Raya di kampung halaman.
Program Balik Rantau Gratis ini merupakan bagian dari rangkaian program mudik-balik rantau gratis yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2026, program ini menjangkau total 21.975 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.288 penumpang kereta api untuk arus mudik, 16.186 penumpang bus mudik, 320 penumpang kereta api untuk arus balik rantau, serta 4.181 penumpang bus balik rantau.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa program ini tidak hanya sekadar fasilitas transportasi gratis, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Program mudik dan balik rantau gratis ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk masyarakat. Kami ingin memastikan para pekerja bisa kembali ke tempat kerja dengan aman dan tidak terbebani biaya transportasi. Ini juga bagian dari upaya menjaga roda ekonomi tetap bergerak setelah momentum Lebaran,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia juga menambahkan bahwa tingginya animo masyarakat terhadap program ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan transportasi terjangkau masih sangat besar. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan di tahun-tahun mendatang.
Selain pelepasan di Purwokerto, kegiatan serupa juga dilakukan secara simbolis di lokasi lain. Pelepasan utama Program Balik Rantau Gratis 2026 secara resmi dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (28/3/2026). Dari lokasi tersebut, ribuan peserta dari berbagai daerah juga diberangkatkan menuju kota tujuan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Kebumen dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menyukseskan program ini.
“Kami sangat mengapresiasi program dari Pemprov Jawa Tengah ini. Kehadiran program balik rantau gratis sangat membantu masyarakat Kebumen, khususnya para pekerja yang kembali ke kota perantauan seperti Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Partisipasi Kabupaten Kebumen dengan menyediakan satu armada bus merupakan bentuk dukungan nyata kami. Harapannya, ke depan kuota untuk masyarakat Kebumen bisa terus bertambah,” lanjutnya.
Para peserta program mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini. Selain menghemat biaya, mereka juga merasa lebih aman karena perjalanan dilakukan secara terorganisir.
Salah satu pemudik asal Kebumen mengatakan bahwa program ini sangat meringankan beban ekonomi, terutama setelah pengeluaran selama Lebaran.
“Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya biaya balik bisa ratusan ribu, sekarang bisa dialihkan untuk kebutuhan lain. Semoga program ini terus ada setiap tahun,” ujarnya.
Dengan adanya Program Balik Rantau Gratis 2026 ini, diharapkan masyarakat dapat kembali ke aktivitas kerja dengan lebih tenang dan produktif. Pemerintah pun berharap program ini tidak hanya menjadi solusi transportasi, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung manfaatnya.