Ambal – Suasana ngabuburit di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, berubah jadi pesta rakyat yang meriah berkat Ambal Costume Carnival. Acara puncak dari rangkaian "Ngabuburit Bareng Nang Ambal" atau disingkat Ngabar Ambal 2026 ini digelar meriah di Jalan Poerbonegoro pada Minggu, 1 Maret 2026. Ribuan warga dan wisatawan memadati jalan utama desa, disambut parade kostum kreatif yang jadi magnet baru pariwisata lokal.
Karnaval ini melanjutkan momentum sukses dari Pameran Wetan Prau (PWP) Manggon Ambal edisi Desember 2025, yang sukses tarik puluhan ribu pengunjung. Kali ini, ratusan pemuda Ambalresmi dari berbagai kalangan usia unjuk gigi dengan kostum orisinal bertema Sate Ambal – kuliner khas desa yang legendaris – hingga replika fosil Geopark Kebumen. Ada yang berpakaian jadi raksasa sate tusuk raksasa lengkap bumbu kacang, sementara yang lain tampil sebagai dinosaurus purba dari situs geologi Kebumen. "Kreativitas anak muda ini luar biasa, bikin mata melek semua orang," komentar salah seorang penonton.
Hadir secara langsung, Bupati Kebumen Lilis Nuryani tak henti-hentinya bertepuk tangan. Ia ditemani Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika. Turut memeriahkan mantan Bupati Ir. Mohammad Yahya Fuad, anggota DPRD Kebumen, Forkopimcam Ambal, serta pengurus Karang Taruna Kabupaten. Kerumunan makin riuh saat bupati naik panggung utama, dikelilingi lampu warna-warni dan aroma takjil menggoda.
Ngalamul Futuwah, Ketua Panitia sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ambalresmi, membuka acara dengan penuh semangat. "Ngabar Ambal 2026 sudah bergulir sejak hari pertama Ramadan. Kami targetkan klimaks di malam takbiran Idul Fitri. Selain parade kostum, ada panggung seni budaya dari warga, dan 74 UMKM takjil berjejer sepanjang jalan ini. Tujuannya, biar ekonomi desa ikut bergairah saat bulan puasa," jelasnya sambil tersenyum lebar.
Bupati Lilis Nuryani memberikan penghargaan spesial atas inisiatif ini. "Saya bangga sekali dengan Ambalresmi. Desa ini bukti nyata bahwa wisata kreatif bisa lahir dari gotong royong Pokdarwis, pemerintah desa, dan relawan. Costume Carnival ini bukan cuma hiburan, tapi ikon baru yang bikin Ambal dikenal nasional," ujarnya di depan hadirin. Ia menyoroti bagaimana acara ini memberi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi, sambil menyediakan hiburan halal bagi yang menunggu buka puasa. "UMKM lokal laris manis, dari sate Ambal autentik hingga minuman segar. Ini gerakan ekonomi dari bawah yang berkelanjutan."
Lebih lanjut, bupati mengajak warga untuk menghargai warisan sejarah desa. Jalan Poerbonegoro, lokasi acara, dinamai dari Kanjeng Raden Adipati Poerbonegoro – adipati legendaris yang memimpin kejayaan Kadipaten Ambal pada abad ke-19. "Jangan lupa akar kita. Poerbonegoro adalah simbol kepemimpinan bijak. Sekarang, melalui karnaval ini, Ambal bangkit lagi sebagai pusat seni, budaya, dan kuliner," tambah Lilis, disambut sorak sorai.
Dampak acara ini terasa langsung. Pedagang UMKM seperti Bu Siti, penjual sate Ambal, melaporkan omzet naik tiga kali lipat. "Biasanya sepi sore hari, tapi hari ini ramai banget. Kostum anak-anak bikin orang betah foto-foto," ceritanya. Pokdarwis Ambalresmi pun berencana jadikan ini agenda tahunan, terintegrasi dengan Geopark Kebumen yang kian populer. Ke depan, mereka incar sertifikasi desa wisata nasional dari Kementerian Pariwisata.
Dengan dukungan bupati, Ambal Costume Carnival tak hanya jadi pengisi waktu ngabuburit, tapi fondasi ikon desa wisata. Di tengah hiruk-pikuk Ramadan, desa kecil ini membuktikan potensi besar Jawa Tengah selatan: kreatif, berbudaya, dan siap go global.

