Kebumen, 24 Februari 2026 – Sebuah bau busuk yang menyengat dari rumah sederhana di Dukuh Kedungbajul, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, berujung pada penemuan tragis seorang pria yang sudah meninggal dunia. Korban, Isroi Usman (56), hidup sebatang kara setelah istrinya tutup usia beberapa tahun silam. Peristiwa ini terungkap Senin sore (23/2) dan langsung menjadi perbincangan warga setempat.
Penemuan jasad dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Tetangga dekat korban, M. Khasbun (48), pertama kali curiga saat aroma tak wajar tercium dari halaman rumah Isroi. "Saya pikir awalnya sampah menumpuk atau hewan mati di belakang rumah. Tapi baunya makin kuat, seperti mayat membusuk," cerita Khasbun kepada awak media. Bersama beberapa warga lain, ia mendekati rumah yang pintunya terkunci rapat. Salah seorang tetangga nekat mengintip melalui celah jendela dan terkejut melihat sosok telungkup di lantai ruang tengah.
Tanpa membuang waktu, warga mendobrak pintu kayu reyot itu. Mereka menemukan Isroi sudah dalam kondisi mengenaskan: tubuh membengkak, kulit menghitam, dan dikelilingi lalat. Tak ada tanda-tanda kekerasan atau pencurian di sekitar. "Kami langsung mundur dan lapor polisi. Kasihan, dia orang baik tapi pemalu, jarang bergaul," tambah warga lain, Siti Nurhaliza (52), yang sering memberi makan siang pada Isroi.
Petugas Polsek Alian tiba tak lama kemudian, diikuti tim medis dari Puskesmas Alian dan Polres Kebumen. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengonfirmasi kejadian Selasa (24/2). "Warga bertindak cepat setelah mencium bau tidak sedap. Mereka masuk rumah untuk verifikasi, lalu segera hubungi kami. Visum awal menunjukkan korban meninggal karena sakit alami, kemungkinan gagal jantung atau komplikasi usia tua. Tak ada indikasi pidana," ungkapnya.
Isroi Usman dikenal sebagai duda tulen di dukuhnya. Sejak istri tercintanya, Siti Aminah, meninggal karena penyakit paru-paru pada 2022, pria asli Bojongsari ini hidup menyendiri. Ia bekerja serabutan sebagai buruh tani dan tukang ojek desa, bertahan dengan sawah kecil milik sendiri. "Dia orang pendiam, tapi rajin salat di masjid. Kadang kami ajak ngobrol, tapi dia bilang 'sudah biasa sendiri kok, Bu'," kenang Nurhaliza. Anak-anaknya sudah merantau ke Semarang dan Purwokerto, jarang pulang.
Kasus ini mencerminkan isu sosial pedesaan Kebumen: kesepian lansia di tengah urbanisasi. Data Dinas Sosial Kabupaten Kebumen mencatat lebih dari 5.000 lansia hidup sendiri di 433 desa, rentan tanpa perawatan. "Banyak seperti ini. Musim hujan lalu, ada dua kasus serupa di Kecamatan Pejagoan. Kami butuh posko ronda sosial untuk cek rutin tetangga lansia," usul Camat Alian, Agus Supriyanto.
Polisi kini koordinasi dengan keluarga untuk pengurusan jenazah. Jasad Isroi dievakuasi ke RSUD Kebumen untuk autopsi lengkap. Warga Bojongsari menggelar doa bersama malam ini di balai desa, sekaligus mengingatkan saling jaga antar tetangga. "Jangan tunggu bau busuk baru peduli. Mulai sekarang, kami patroli rumah kosong setiap sore," janji Kades Bojongsari, Slamet Riyadi.
Tragedi Isroi jadi pengingat pahit: di balik rumah-rumah sepi pedesaan, ada cerita kesendirian yang butuh empati kolektif. Polres Kebumen berencana kampanye "Tetangga Peduli" untuk cegah kejadian serupa.
