KEBUMEN – Kecelakaan air kembali terjadi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kebumen. Seorang pelajar dilaporkan hilang setelah terseret arus saat bermain air di Pantai Desa Entak, Kecamatan Ambal, Rabu (20/5/2026) sore. Hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan dan operasi pencarian akan dilanjutkan pada Kamis pagi.
Korban diketahui bernama Duwi Rahmadhani, usia 16 tahun, warga RT 01 RW 03 Dukuh Daleman, Desa Entak, Kecamatan Ambal. Korban merupakan pelajar di MTs GUPI Ambal.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan pantai Desa Entak. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat kejadian korban bersama sekitar sepuluh orang temannya tengah bermain air di tepian pantai. Kondisi ombak di pantai selatan yang cukup besar diduga menjadi penyebab dua anak terseret arus ke tengah laut.
Salah seorang anak bernama Bintang berhasil menyelamatkan diri dan mencapai tepian pantai dalam kondisi lemas. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban selamat ke Puskesmas Ambal untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, nasib berbeda dialami Duwi Rahmadhani. Korban tidak berhasil menyelamatkan diri dan hilang terbawa arus. Rekan-rekan korban yang panik kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar pantai. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian sektor Ambal dan tim SAR.
Laporan mengenai adanya korban tenggelam kemudian diterima Unit Siaga SAR (USS) Kebumen. Mendapatkan laporan tersebut, personel SAR segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian awal serta berkoordinasi dengan unsur terkait.
Kanit USS SAR Kebumen, Rowidin, membenarkan adanya kejadian kecelakaan air tersebut. Ia mengatakan tim langsung diberangkatkan sesaat setelah menerima informasi dari warga dan aparat setempat.
“Benar, kami menerima laporan adanya satu korban yang hilang terseret arus di Pantai Entak, Kecamatan Ambal. Setelah menerima informasi, personel langsung kami kirim ke lokasi untuk melakukan pencarian dan koordinasi dengan potensi SAR serta unsur terkait lainnya,” ujar Rowidin.
Menurutnya, proses pencarian sempat dilakukan dengan penyisiran di sekitar lokasi korban terakhir terlihat. Tim gabungan juga melakukan pemantauan dari darat dengan bantuan lampu sorot serta berusaha mencari informasi dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Namun upaya pencarian terkendala kondisi cuaca dan gelombang laut yang mulai tinggi menjelang malam hari. Selain itu, jarak pandang yang terbatas membuat pencarian tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Karena kondisi sudah gelap dan ombak cukup besar, pencarian untuk sementara dihentikan pada malam hari demi keselamatan tim di lapangan. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi,” jelasnya.
Hingga pukul 19.00 WIB, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk mempersiapkan operasi lanjutan pada hari berikutnya. Sejumlah unsur yang terlibat dalam pencarian antara lain USS SAR Kebumen, Polsek Ambal, warga setempat, relawan potensi SAR Kebumen, serta unsur terkait lainnya.
Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena Pantai Entak dikenal memiliki karakter ombak pantai selatan yang cukup kuat dan berbahaya, terutama saat kondisi gelombang sedang tinggi. Meski terlihat landai di bibir pantai, arus balik atau rip current kerap muncul secara tiba-tiba dan dapat menyeret pengunjung ke tengah laut.
Warga sekitar mengaku sudah beberapa kali mengingatkan para pengunjung, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut. Namun karena kurangnya pengawasan dan keinginan bermain bersama teman-teman, banyak pengunjung yang tetap nekat bermain air di area berbahaya.
Peristiwa laka air di pantai selatan Kebumen sendiri beberapa kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar korban merupakan wisatawan maupun warga lokal yang kurang memahami karakteristik ombak laut selatan.
Tim SAR dan aparat keamanan kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai. Orang tua juga diminta lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama ketika bermain di wilayah perairan laut terbuka.
Selain itu, pengunjung pantai diharapkan mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak mandi terlalu ke tengah. Jika kondisi ombak terlihat besar atau arus kuat, masyarakat diminta segera menjauh dari bibir pantai demi menghindari kejadian serupa.
Suasana haru menyelimuti keluarga korban yang menunggu kabar pencarian di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga Desa Entak juga turut membantu proses pencarian dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai menggunakan penerangan seadanya.
Masyarakat berharap korban dapat segera ditemukan. Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali memulai operasi pencarian pada Kamis pagi dengan memperluas area penyisiran baik dari darat maupun laut apabila kondisi cuaca memungkinkan.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap korban laka air di Pantai Desa Entak, Kecamatan Ambal, masih terus dilakukan oleh tim gabungan.(KN/*)

