Ledakan Maut di Bengkel Kebumen: Pikap Mitsubishi Hangus Hidup gara-gara Korsleting, Pemilik Montir Nyaris Kena


Pejagoan – Bengkel sederhana di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, nyaris jadi lautan api saat mobil pikap Mitsubishi TS 100 tiba-tiba terbakar hebat pada Sabtu (9/5) pukul 13.00 WIB. Insiden memicu kepanikan warga, tapi untungnya tak ada korban jiwa. Api diduga berawal dari korsleting listrik di bagian mesin, yang meledak saat pemilik kendaraan sekaligus montir, Akhmaludin (32), menstarter mobil bernomor polisi R 8651 IE.

Kronologi kejadian berlangsung kilat. Akhmaludin sedang memperbaiki pikap tua miliknya di halaman bengkel rumahan. Saat kunci kontak diputar untuk tes mesin, percikan api muncul dari balik kap depan. Kobaran itu langsung membesar, melahap kawat-kawat listrik dan merembet ke jok serta dashboard. "Saya cuma mau cek aki, tiba-tiba ada suara 'pletak' dan api menyembur. Saya langsung lompat mundur," kenang Akhmaludin dengan wajah pucat saat ditemui wartawan di lokasi.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama cepat merespons. "Saat kendaraan distarter, terjadi korsleting yang memicu percikan api hingga membakar bagian kap mobil dan merembet ke area depan," ujarnya dalam konferensi pers singkat. Polisi mengonfirmasi kerusakan parah di bagian depan pikap, termasuk mesin yang meleleh dan body yang hangus. Bangkai mobil kini diamankan di Polsek Pejagoan untuk visum lebih lanjut.

Akhmaludin tak tinggal diam. Ia buru-buru hubungi Polsek Pejagoan dan Damkar Kabupaten Kebumen. Tim pemadam tiba dalam 15 menit, menyemprotkan busa pemadam untuk redam api. Upaya itu sukses lokalisasi kobaran, mencegah merambat ke gudang suku cadang dan rumah warga di sekitar. "Api padam dalam 30 menit, tapi asap hitam mengepul setinggi pohon kelapa," cerita RT 02 Kedawung, Haryanto (45), yang ikut bantu evakuasi barang.

Petugas polisi langsung olah TKP. Mereka temukan sisa kabel putus, aki bocor, dan tanda korsleting di alternator—penyebab umum kebakaran kendaraan di bengkel. Saksi mata, termasuk tetangga dan pelanggan bengkel, dimintai keterangan. "Montirnya beruntung cepat sadar. Kalau telat, bisa-bisa seluruh bengkel ikut gosong," kata seorang saksi.

Kasus ini mirip insiden serupa di Indonesia. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah catat, kebakaran kendaraan naik 20% pada 2025, mayoritas karena korsleting listrik akibat instalasi tua atau overload aki. Di Kebumen, tiga kebakaran pikap terjadi tahun lalu, semuanya gara-gara perawatan ceroboh. Mitsubishi TS 100, model lawas populer di kalangan petani, rentan masalah ini karena sistem kelistrikan usang.

Akhmaludin, ayah dua anak yang jalankan bengkel sejak 2018, rugi besar. Pikap itu andalannya angkut hasil panen. "Nilainya sekitar Rp50 juta, plus suku cadang hilang. Saya asuransi belum lunas," keluhnya. Bengkel tutup sementara, nasib lima pekerjanya pun menggantung. Warga Kedawung, desa agraris dengan ratusan petani, simpati. Mereka galang dana via WhatsApp grup RT untuk bantu Akhmaludin bangkit.

Pemerintah daerah gerak cepat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kebumen kirim tim inspeksi bengkel, ingatkan standar keselamatan. "Kami dorong montir ikut pelatihan listrik otomotif gratis," kata Kepala Dishub Kebumen, Agus Setiyono. Damkar juga adakan sosialisasi di pejagoan, ajari pemilik kendaraan cek aki rutin dan pasang APAR (alat pemadam api ringan).

Kapolres AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama imbau pencegahan. "Hindari starter berulang di bengkel tanpa cek kelistrikan. Pasang ground fault circuit interrupter (GFCI) di area kerja," sarannya. Kasus ini jadi pelajaran: perbaikan kendaraan butuh kehati-hatian, apalagi di musim kemarau seperti sekarang yang rawan api.

Warga Kedawung kini lebih waspada. "Bengkel ini favorit, tapi ke depan harus ada tabung pemadam di setiap sudut," usul Haryanto. Akhmaludin optimis bangun lagi. "Saya belajar dari sini. Besok mulai cari mobil baru sambil nunggu hasil investigasi polisi."

Polres Kebumen janji transparan. Update penyebab pasti keluar minggu depan. Tragedi ini ingatkan: satu percikan kecil bisa sebabkan bencana besar. Masyarakat diharap bagikan tips keselamatan berkendara di medsos untuk cegah kejadian serupa.(KN/*)
Ads1
Ads2