Kebumen – Liburan akhir pekan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk bagi sekelompok remaja asal Banjarnegara saat ombak ganas menyapu Pantai Watu Bale, Desa Pasir, pada Minggu pagi, 29 Maret 2026. Tiga wisatawan remaja terseret arus kuat sekitar pukul 08.55 WIB, dengan dua selamat berkat respons cepat tim SAR, sementara satu korban dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada hari berikutnya. Insiden ini menewaskan Ibnuyun bin Bayad (15), warga Desa Pucang, Kecamatan Mbawang, dan menjadi pengingat pahit akan bahaya pantai selatan Jawa Tengah.
Pantai Watu Bale yang dikenal dengan hamparan pasir putih dan batu karang unik mulai ramai dikunjungi wisatawan akhir pekan. Sekelompok tujuh remaja dari Banjarnegara tiba untuk berenang dan bermain air, mengabaikan peringatan petugas yang berulang kali memasang bendera merah di zona bahaya. Sekitar pukul 08.55 WIB, ombak tinggi tiba-tiba menghantam, menyeret tiga di antaranya: Ghani Anfa M (16), Muhammad Arron Vito Wijaya (15), dan Ibnuyun bin Bayad (15). Dua korban selamat langsung dievakuasi oleh tim SAR Lawet Perkasa yang sedang bertugas piket, sementara Ibnuyun raib ditelan laut lepas.
Laporan pertama masuk ke posko SAR pada pukul 09.50 WIB dari Bea Cukai setempat. Tim rescue dari USS Kebumen bergerak cepat, tiba di lokasi pukul 11.11 WIB setelah response time hanya 10 menit. Koordinasi dengan unsur SAR gabungan seperti Basarnas Cilacap, BPBD Kebumen, Polsek Ayah, dan nelayan lokal langsung dilakukan. Pencarian intensif menyisir perairan sekitar titik kejadian, tapi hingga sore hari nihil. Operasi dihentikan sementara pukul 17.00 WIB karena cuaca cerah berawan dan faktor keselamatan tim, direncanakan lanjut Senin pagi pukul 07.00 WIB.
Keluarga korban yang menunggu di pantai tampak histeris. Ghani dan Arron, yang selamat, mengalami syok ringan tapi stabil setelah dirawat di posko kesehatan. Mereka menceritakan bagaimana ombak datang begitu cepat, seperti "monster laut" yang tak terduga. Dokumentasi video menunjukkan petugas SAR berenang heroik menarik korban selamat ke daratan, sementara nelayan membantu pantau dari perahu.
Pantai Watu Bale, bagian dari kawasan wisata Ayah yang eksotis, memang dikenal berbahaya karena ombak tinggi dari Samudra Hindia. Faktor utama insiden ini adalah pengabaian bendera merah, yang menandai zona arus rip kuat. Heri Purwoto menegaskan, "Peringatan sudah maksimal, tapi kesadaran pengunjung harus ditingkatkan." Kondisi cuaca cerah justru menipu, karena ombak tinggi bisa datang tiba-tiba tanpa prakiraan badai.
Insiden ini juga soroti kurangnya fasilitas keselamatan. Meski ada pos SAR piket, lifeguard profesional masih terbatas. Wisatawan asal Banjarnegara, yang datang naik motor dari 100 km jauhnya, tampaknya kurang riset bahaya pantai selatan.
Tragedi ini bukan akhir, tapi pelajaran hidup. Pantai Watu Bale tetap indah, asal dihormati. Doa untuk Ibnuyun semoga husnul khotimah, dan semoga tak ada lagi tumbal ombak di pesisir Kebumen.

