Kebumen – Peristiwa kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kebumen. Seorang pemuda dilaporkan hilang diduga tersapu ombak saat berada di kawasan Tanjung Karang Penganten, Pantai Lampon, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, pada Sabtu (25/4/2026).
Korban diketahui bernama Pawit Riyanto (27), warga Dusun Gowok, RT 02 RW 01, Desa Purwoharjo, Kecamatan Puring. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, saksi yang merupakan rekan korban menyebut bahwa dirinya masih bersama Pawit di sekitar area pantai. Keduanya diketahui tengah beraktivitas di kawasan Tanjung Karang Penganten, salah satu titik di Pantai Lampon yang dikenal memiliki karakter ombak cukup besar dan arus laut yang kuat.
Sekitar pukul 13.00 WIB, saksi memutuskan untuk naik ke warung yang berada tidak jauh dari lokasi pantai untuk beristirahat. Sementara itu, korban masih berada di sekitar lokasi kejadian dan tidak ikut bersama saksi.
“Sekitar jam satu siang saksi naik ke warung, korban masih di bawah dekat pantai,” ujar salah satu sumber di lokasi.
Namun, hingga waktu berlalu cukup lama, korban tak kunjung menyusul ke warung. Merasa curiga, saksi kemudian kembali turun ke lokasi sekitar pukul 14.00 WIB untuk memastikan kondisi rekannya tersebut.
Setibanya di lokasi awal, korban sudah tidak terlihat. Saksi kemudian berupaya mencari di sekitar area, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Pawit Riyanto. Dugaan awal mengarah bahwa korban tersapu ombak, mengingat kondisi gelombang laut di wilayah tersebut cukup tinggi saat kejadian berlangsung.
Menyadari situasi yang berpotensi membahayakan, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Wisata Pantai Lampon. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kebumen serta Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Karanganyar.
Tak berselang lama, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kebumen, Basarnas, relawan, serta unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Kanit USS Basarnas Karanganyar, Rowidin, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan upaya pencarian setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pencarian awal. Dugaan sementara korban tersapu ombak karena kondisi gelombang di Pantai Lampon cukup tinggi,” jelas Rowidin.
Ia menambahkan bahwa pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang bibir pantai serta pengamatan ke arah laut. Namun, kondisi alam menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.
“Tim melakukan penyisiran darat di sekitar lokasi kejadian, serta pemantauan ke arah laut. Namun, gelombang tinggi dan arus yang cukup kuat menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR,” lanjutnya.
Selain itu, faktor geografis Pantai Lampon yang didominasi tebing dan karang juga menyulitkan proses pencarian. Area Tanjung Karang Penganten sendiri dikenal sebagai titik rawan karena langsung berhadapan dengan Samudera Hindia tanpa penghalang alami yang signifikan.
Rowidin menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna memperluas area pencarian.
“Upaya pencarian akan terus kami lakukan bersama tim gabungan. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memaksimalkan proses pencarian,” tegasnya.
Sementara itu, masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di titik-titik yang memiliki potensi bahaya tinggi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat berada di kawasan pesisir selatan, yang dikenal memiliki ombak besar dan arus bawah laut yang kuat. Meski terlihat indah, kawasan ini menyimpan potensi bahaya yang tidak bisa dianggap sepele.
Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban Pawit Riyanto. Pencarian direncanakan akan dilanjutkan dengan memperluas radius penyisiran, baik melalui jalur darat maupun pemantauan laut, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan tim.
Keluarga korban yang telah mendapatkan kabar tersebut juga dikabarkan telah menuju lokasi untuk menunggu perkembangan proses pencarian.
Pihak berwenang berharap korban dapat segera ditemukan, sekaligus mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan saat berada di kawasan pantai, khususnya di wilayah dengan karakteristik gelombang ekstrem seperti Pantai Lampon.
Perkembangan lebih lanjut terkait proses pencarian akan terus diperbarui seiring dengan upaya yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di lapangan.

