Kebumen – Upaya pencarian panjang yang menyita perhatian masyarakat akhirnya menemukan titik akhir. Setelah tujuh hari operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan oleh tim gabungan, korban atas nama Pujianto berhasil ditemukan pada Selasa, 7 April 2026, dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di aliran Sungai Kreteg, sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Korban diduga kuat terseret arus deras sungai saat peristiwa nahas itu terjadi beberapa hari sebelumnya. Sejak laporan awal diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat melakukan pencarian intensif dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk relawan, aparat keamanan, dan warga setempat.
Selama tujuh hari, operasi pencarian berlangsung penuh tantangan. Arus sungai yang cukup deras, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta medan yang sulit menjadi hambatan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun demikian, upaya tidak pernah surut. Setiap hari, tim menyisir aliran sungai, memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Drama pencarian ini pun menjadi perhatian luas masyarakat. Banyak warga yang turut memantau perkembangan, bahkan tidak sedikit yang ikut membantu secara langsung dalam proses pencarian. Harapan agar korban ditemukan dalam keadaan selamat sempat terus menguat, meski waktu terus berjalan.
Namun takdir berkata lain. Pada hari ketujuh, tim akhirnya menemukan tubuh korban di dalam aliran sungai. Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa, diduga akibat terseret arus cukup jauh dari lokasi awal kejadian.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Pujianto kemudian dibawa ke RSUD Sudirman Kebumen untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut. Selain itu, pihak rumah sakit juga melakukan pemulasaran jenazah sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala BPBD Kebumen yang turut hadir di lokasi, didampingi Kanit Unit Siaga SAR (USS) Karanganyar serta Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog), secara langsung menyerahkan jenazah korban kepada keluarga. Dalam kesempatan tersebut, pihak BPBD menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang terjadi.
Tidak hanya itu, pihak BPBD juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban karena proses pencarian memakan waktu cukup lama. Hal ini, menurut mereka, tidak terlepas dari berbagai kendala teknis di lapangan serta prosedur operasi standar (SOP) yang harus dijalankan demi keselamatan seluruh tim yang terlibat.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Kami juga memohon maaf kepada keluarga karena korban baru dapat ditemukan di penghujung operasi pencarian. Namun seluruh upaya telah kami lakukan secara maksimal sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ungkap salah satu perwakilan BPBD di lokasi.
Meski diliputi duka mendalam, pihak keluarga korban menunjukkan sikap yang penuh pengertian. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah selama proses pencarian berlangsung.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mencari anggota keluarga kami. Kami tahu tim sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada haru.
Ucapan terima kasih tersebut juga ditujukan kepada warga sekitar yang turut membantu, baik secara langsung maupun melalui dukungan moral selama proses pencarian. Solidaritas yang terbangun di tengah masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi musibah ini.
Dengan ditemukannya korban, maka secara resmi operasi SAR dinyatakan ditutup. Penutupan operasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku setelah target pencarian berhasil ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat kemudian ditarik dari lokasi dan kembali ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya arus sungai, terutama di musim dengan curah hujan tinggi. Sungai yang tampak tenang dapat berubah menjadi sangat berbahaya dalam waktu singkat ketika debit air meningkat secara tiba-tiba.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus mendadak saat berada di sekitar aliran sungai. Informasi awal kejadian sempat menyebar luas dan menjadi perhatian publik, sebagaimana diberitakan dalam laporan sebelumnya.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kehilangan sosok Pujianto bukan hanya menjadi kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi warga yang mengenalnya.
Di sisi lain, dedikasi tim SAR gabungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan patut diapresiasi. Meski menghadapi berbagai kendala, mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat kemanusiaan.
Ke depan, diharapkan masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu. Edukasi mengenai potensi bahaya serta langkah-langkah keselamatan menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Dengan berakhirnya operasi pencarian ini, kisah perjuangan tujuh hari yang penuh harap dan kecemasan akhirnya menemui titik akhir. Pujianto telah ditemukan, meski dalam kondisi yang tidak diharapkan. Kini, keluarga hanya bisa menerima kenyataan dengan penuh keikhlasan, sementara masyarakat turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.


