Pemkab Kebumen Sinergi Bersama Pokdarwis Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan


Kebumen, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Hal ini tercermin dalam kegiatan pertemuan rutin bulanan Forum Komunikasi (FK) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Kebumen yang digelar di Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, pada Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, bersama sebanyak 56 perwakilan Pokdarwis dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para pelaku wisata berbasis masyarakat guna mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan desa. Ia mencontohkan keberhasilan Desa Rahayu yang mampu bertransformasi dari desa tertinggal menjadi desa mandiri berkat pengelolaan potensi wisata secara optimal.

“Desa Rahayu adalah contoh nyata bagaimana pariwisata bisa menjadi motor penggerak pembangunan. Dari yang sebelumnya tertinggal, kini mampu berdiri sebagai desa mandiri dengan pendapatan desa yang signifikan,” ujar Bupati.

Salah satu daya tarik utama Desa Rahayu adalah wisata river tubing yang kini menjadi ikon wisata unggulan. Destinasi ini terbukti mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga Rp400 juta. Bahkan, pada momentum libur Lebaran 2026, wisata river tubing di Desa Rahayu tercatat sebagai salah satu destinasi dengan kunjungan wisatawan paling ramai di Jawa Tengah.

Bupati menekankan bahwa ke depan, diperlukan langkah-langkah strategis dan inovatif untuk terus meningkatkan daya saing sektor pariwisata di Kebumen. Salah satu fokus utama adalah peningkatan aksesibilitas menuju destinasi wisata.

“Akses jalan menuju lokasi wisata harus menjadi prioritas. Kemudahan akses akan sangat berpengaruh terhadap minat kunjungan wisatawan,” jelasnya.


Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan wisata, mulai dari kebersihan, keamanan, hingga keramahan kepada pengunjung. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti kebersihan toilet dapat menjadi faktor penentu kenyamanan wisatawan.

“Jangan sepelekan detail kecil. Kebersihan toilet, fasilitas umum, hingga sikap ramah dari pengelola sangat menentukan pengalaman wisatawan,” tegasnya.

Bupati juga mendorong para pengelola wisata untuk terus berinovasi dengan menghadirkan konsep-konsep baru yang menarik. Promosi yang kreatif dan pengembangan destinasi berbasis keunikan lokal dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri.

“Misalnya, membangun restoran di pinggir sungai atau menghadirkan konsep wisata tematik. Ini akan menambah nilai jual dan memperpanjang lama tinggal wisatawan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Lilis menyampaikan bahwa Pemkab Kebumen akan terus mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui berbagai program, termasuk perbaikan infrastruktur, penataan kawasan, serta peningkatan fasilitas dan pelayanan.

Sementara itu, Kepala Desa Rahayu, Paiman, mengungkapkan bahwa keberadaan wisata river tubing telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat. Selain meningkatkan pendapatan desa, sektor ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga.

“Sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja di sektor wisata ini merupakan warga lokal. Bahkan, pelajar SMK juga ikut terlibat membantu saat waktu luang,” ungkap Paiman.

Ia menambahkan, rata-rata penghasilan yang diperoleh dari sektor wisata tersebut berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, angka yang cukup signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan pencapaian saat ini, Pemerintah Desa Rahayu menargetkan peningkatan PADes hingga Rp500 juta pada tahun depan. Target tersebut dinilai realistis mengingat tren kunjungan wisata yang terus meningkat.

Ketua FK Pokdarwis Kebumen, Taufiq Hidayat, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemkab Kebumen dalam memajukan sektor pariwisata. Ia menilai langkah pemerintah yang memasukkan pembangunan infrastruktur pariwisata dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2027 merupakan langkah tepat.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah daerah. Ini menunjukkan bahwa pariwisata benar-benar menjadi prioritas pembangunan,” ujarnya.

Taufiq berharap, pembangunan yang dimulai dari pinggiran dapat benar-benar diwujudkan, khususnya dalam hal perbaikan akses jalan di wilayah perbatasan yang selama ini masih menjadi kendala bagi pengembangan destinasi wisata.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Pokdarwis, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata. Menurutnya, keberhasilan suatu destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh pengelolaan yang profesional dan partisipatif.

Dalam penutupnya, Bupati Kebumen menyampaikan optimisme bahwa Desa Rahayu mampu meningkatkan PADes hingga menembus angka Rp1 miliar di masa mendatang. Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan dan inovasi yang berkelanjutan.

“Potensinya sangat besar. Saya optimis PADes Rahayu bisa tembus Rp1 miliar. Tapi ingat, kualitas layanan harus terus dijaga, dan inovasi tidak boleh berhenti,” pungkasnya.

Pertemuan FK Pokdarwis ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi strategis dalam merumuskan arah pengembangan pariwisata Kebumen ke depan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan sektor pariwisata dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.

Keberhasilan Desa Rahayu menjadi bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang tepat, sektor pariwisata mampu mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan. Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Kebumen, sehingga pembangunan yang merata dan berkeadilan dapat terwujud melalui sektor pariwisata.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kebumen terus melangkah menuju destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakatnya.

Ads1
Ads2