Kebumen, Jawa Tengah – Upaya pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hanyut di Sungai Jatinegara, Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama H. Bahrudin (72) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, sehingga operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup.
Informasi awal kejadian diterima oleh Kantor SAR Cilacap terkait adanya kondisi membahayakan manusia di aliran Sungai Jatinegara. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim penyelamat dari berbagai unsur untuk melakukan pencarian secara intensif.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Amin Riyanto, menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut diduga terjadi pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diduga terpeleset saat berada di sekitar sungai, kemudian terbawa arus yang cukup deras.
“Di lokasi kejadian ditemukan sepeda motor milik korban dengan jarak kurang lebih 10 meter dari aliran sungai. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh dan hanyut,” jelas Amin dalam keterangannya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung melaporkan ke pos jaga setempat dan diteruskan ke Pusdalops BPBD Kebumen. Informasi kemudian disampaikan kepada Kantor SAR Cilacap serta Unit Siaga SAR Banyumas untuk segera melakukan operasi pencarian.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Jatinegara. Proses pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran darat di bantaran sungai hingga pencarian di aliran air menggunakan peralatan SAR.
Setelah hampir dua hari pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Jumat, 3 April 2026 pukul 14.46 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di titik koordinat 7°43'0.161"S dan 109°28'52.254"T, atau sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian awal.
“Korban ditemukan sejauh kurang lebih 5 kilometer dari lokasi pertama diduga hanyut. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut,” tambah Amin.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke satuan masing-masing setelah sebelumnya dilakukan evaluasi dan penutupan operasi.
Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim gabungan serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam proses pencarian korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi licin atau arus sedang deras. Faktor usia dan kondisi fisik juga menjadi pertimbangan penting dalam menjaga keselamatan diri di lingkungan berisiko.
Dengan berakhirnya operasi SAR ini, diharapkan kejadian serupa dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat luas untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan, khususnya di wilayah perairan yang memiliki potensi bahaya tinggi.