Kebumen, Jawa Tengah – Menjelang libur panjang, serangkaian kejadian kecelakaan air di wilayah Kabupaten Kebumen menjadi perhatian serius. Dalam dua hari terakhir, tiga insiden terjadi di lokasi berbeda, melibatkan korban dari berbagai usia yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 15.25 WIB di aliran Sungai Kreteg, Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang. Seorang warga bernama Pujianto (55), yang berdomisili di Dusun Mukiran RT 02 RW 02 Desa Kedunggong, dilaporkan hilang saat berada di sekitar lokasi sungai. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian intensif oleh tim relawan dan petugas terkait. Kondisi arus sungai yang cukup deras serta medan yang sulit menjadi kendala dalam proses pencarian.
Insiden kedua terjadi pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di wilayah perbatasan Pantai Setrojenar dan Pantai Brecong, Kecamatan Buluspesantren. Dua anak laki-laki, masing-masing Ihsan Nur Awali (11) dan Andika Rizki Malana (11), warga RT 01 RW 01 Desa Banjurmukadan, dilaporkan terseret ombak saat bermain di tepi pantai. Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan air di kawasan pesisir selatan Kebumen yang dikenal memiliki ombak besar dan arus balik berbahaya.
Menurut keterangan warga setempat, saat kejadian kondisi ombak cukup tinggi dan tidak ada pengawasan ketat di sekitar lokasi. Tim SAR bersama relawan segera melakukan upaya pencarian sejak laporan diterima, namun hingga saat ini kedua korban masih belum ditemukan. Pencarian difokuskan di sepanjang garis pantai dengan metode penyisiran darat dan laut.
Sementara itu, di hari yang sama dan waktu yang hampir bersamaan, insiden ketiga terjadi di Sungai Jatinegara, Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan. Seorang lansia bernama H. Bahrudin (72), warga RT 02 RW 05 Desa Lemahduwur, dilaporkan hilang saat berada di sekitar sungai. Dugaan sementara, korban terpeleset dan terbawa arus. Tim pencari masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat.
Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terutama menjelang meningkatnya aktivitas wisata saat libur panjang. Kabupaten Kebumen sendiri memiliki banyak destinasi wisata air, baik sungai maupun pantai, yang kerap menjadi tujuan favorit wisatawan. Namun di balik keindahannya, potensi bahaya tetap mengintai, khususnya di musim dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Orang tua juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di kawasan pantai. Selain itu, wisatawan diharapkan mematuhi rambu-rambu keselamatan serta arahan dari petugas di lapangan.
Kepala BBPD Kebumen, Drs. Udy Cahyono menyampaikan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga korban ditemukan. “Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada dan berkoordinasi dengan Basarnas Cilacap serta berbagai pihak. Harapan kami, para korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Selain faktor alam seperti arus deras dan ombak tinggi, kurangnya kesadaran akan keselamatan juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan air. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai sangat penting guna menekan angka kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan meningkatnya intensitas kunjungan wisata saat libur panjang, diharapkan semua pihak dapat lebih waspada dan mengutamakan keselamatan. Kejadian-kejadian ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan adalah kunci utama untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali di wilayah Kebumen.