Kebumen — Suasana cemas menyelimuti keluarga Pujianto (55), warga Dusun Mukiran RT 02 RW 02, Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang, setelah ia tak kunjung pulang sejak berpamitan mencari ikan di sungai pada Minggu sore sekitar pukul 15.25 WIB. Hingga waktu magrib tiba, Pujianto belum kembali ke rumah, memicu kekhawatiran keluarga yang kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian awal.
Menurut keterangan keluarga, Pujianto seperti biasa berpamitan untuk pergi ke Sungai Kreteg yang berada di wilayah Desa Kedunggong. Aktivitas mencari ikan merupakan hal yang rutin ia lakukan. Namun, hari itu berbeda. Waktu terus berjalan, tetapi Pujianto tak kunjung pulang, bahkan saat hari mulai gelap.
Upaya pencarian mandiri yang dilakukan keluarga bersama warga sekitar belum membuahkan hasil. Dalam proses pencarian tersebut, ditemukan sebuah petunjuk penting berupa caping (topi tradisional) yang diketahui milik korban. Caping tersebut ditemukan tersangkut di sela-sela batu di aliran Sungai Kreteg. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Pujianto mengalami sesuatu di sekitar lokasi sungai.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Kedunggong segera melaporkan peristiwa ini kepada BPBD Kabupaten Kebumen. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Basarnas Cilacap melalui Unit Siaga SAR (USS) Karanganyar, serta melibatkan berbagai potensi SAR yang ada di wilayah sekitar.
Tak lama berselang, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama tim USS dan relawan SAR gabungan bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (Opsar). Proses pencarian dilakukan dengan menyisir area sungai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban berada.
Kondisi medan di sekitar Sungai Kreteg yang berbatu dan arus air yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari. Meski demikian, semangat dan koordinasi antar tim terus dijaga demi menemukan korban secepat mungkin.
Hingga berita ini diturunkan, Pujianto masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian secara intensif, baik melalui penyisiran darat maupun pemantauan aliran sungai. Harapan besar disematkan agar korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi cuaca dan arus air tidak menentu. Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk tidak melakukan pencarian secara mandiri tanpa koordinasi, demi menghindari risiko tambahan.
Keluarga korban saat ini hanya bisa berharap dan berdoa, sembari menanti kabar baik dari tim pencari yang terus berupaya tanpa henti di lapangan. Solidaritas warga dan kesiapsiagaan tim SAR menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

.jpeg)