Banjarnegara — Peristiwa kecelakaan air kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Seorang warga dilaporkan hanyut saat menyeberangi Sungai Larangan, tepatnya di kawasan Kedung Kayangan, Dusun Jolang RT 02 RW 04, Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, pada Selasa (1/4/2026) sore.
Korban diketahui bernama Turiman (46), warga setempat yang tinggal di Dusun Jolang. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparat desa, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.25 WIB, saat korban berusaha menyeberangi sungai dari rumah saudaranya menuju lokasi lain di seberang aliran sungai.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala Desa Duren, Rasman, awalnya kondisi sungai masih terlihat normal dan memungkinkan untuk dilintasi. Namun, situasi berubah secara tiba-tiba ketika korban sudah berada di tengah aliran sungai.
“Korban menyeberang dari rumah saudaranya. Saat berada di tengah sungai, tiba-tiba debit air meningkat dan arus menjadi deras. Korban tidak mampu bertahan dan akhirnya hanyut terbawa arus,” jelas Rasman.
Diduga, peningkatan debit air tersebut terjadi akibat hujan yang turun di wilayah hulu, sehingga menyebabkan aliran Sungai Larangan mendadak meluap. Kondisi ini sering kali sulit diprediksi oleh warga, terutama yang beraktivitas di sekitar sungai.
Kejadian ini sontak membuat warga sekitar panik. Beberapa warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung berupaya melakukan pencarian secara manual di sepanjang aliran sungai. Mereka menyisir area sungai dengan peralatan seadanya sambil berharap korban dapat segera ditemukan.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh warga setempat. Upaya pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai serta memeriksa titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban, seperti bebatuan besar dan semak-semak di pinggir sungai.
Pihak pemerintah desa segera melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait, termasuk BPBD Banjarnegara untuk mendapatkan bantuan penanganan lebih lanjut. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Basarnas guna mendukung proses pencarian secara lebih maksimal.
Kejadian ini menambah daftar peristiwa kecelakaan air yang terjadi di wilayah Banjarnegara, terutama saat musim hujan atau ketika kondisi cuaca tidak menentu. Sungai-sungai yang terlihat tenang dapat berubah menjadi berbahaya dalam waktu singkat akibat peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Warga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika cuaca mendung atau setelah terjadi hujan di wilayah pegunungan. Menyeberangi sungai tanpa alat pengaman di kondisi seperti itu sangat berisiko dan dapat mengancam keselamatan.
Selain itu, peran masyarakat dalam memberikan informasi cepat kepada pihak berwenang juga sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang korban untuk segera ditemukan.
Hingga berita ini ditulis, Turiman masih belum ditemukan. Warga bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Suasana haru dan cemas menyelimuti keluarga korban yang menanti kabar dari tim pencari.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi bahaya di sekitar lingkungan, terutama di wilayah aliran sungai, harus selalu diwaspadai. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas, terlebih di lokasi yang memiliki risiko tinggi seperti sungai dengan arus deras.
Upaya pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak unsur terkait. Harapan besar disematkan agar korban segera ditemukan, sementara masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas berisiko tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.


