Kebumen – Operasi pencarian korban kecelakaan air di kawasan Pantai Gajah, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, membuahkan hasil pada hari kedua. Tim SAR gabungan bersama warga setempat berhasil menemukan satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak.
Korban diketahui bernama Gilang (12), warga Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan. Jasad korban ditemukan pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 12.15 WIB di wilayah Pantai Sawangan, yang berjarak kurang lebih 2,9 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga yang tengah ikut melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai. Saat itu, warga melihat sesosok tubuh mengapung di tepi laut dan segera melaporkannya kepada tim SAR yang berada tidak jauh dari lokasi.
Tim SAR gabungan yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat menuju titik penemuan. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan bahwa jasad tersebut merupakan salah satu korban yang selama ini dalam pencarian sejak kejadian pada Jumat sore.
Koordinator Lapangan (Korlap) Operasi SAR Pantai Gajah dari Basarnas menyampaikan bahwa keberhasilan penemuan korban tidak lepas dari sinergi antara tim SAR dan masyarakat setempat yang turut aktif membantu proses pencarian.
“Alhamdulillah, pada hari kedua operasi SAR, satu korban atas nama Gilang berhasil ditemukan di Pantai Sawangan. Lokasi penemuan sekitar 2,9 kilometer dari LKP ke arah barat. Ini menunjukkan bahwa arus laut cukup kuat membawa korban menjauh dari titik awal kejadian,” ungkapnya.
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Puring untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim medis bersama pihak kepolisian. Proses tersebut dilakukan guna memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
Dari hasil identifikasi, korban dipastikan bernama Gilang, sesuai dengan laporan awal yang diterima tim SAR. Setelah seluruh prosedur selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, guna proses pemakaman.
Suasana haru menyelimuti proses penyerahan jenazah kepada keluarga. Pihak keluarga yang sejak awal menanti dengan penuh harap, akhirnya harus menerima kenyataan pahit atas kepergian korban.
Peristiwa ini bermula pada Jumat sore ketika dua anak, Gilang (12) dan Kafi Al Azam (13), dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat bermain di kawasan Pantai Gajah. Keduanya diduga bermain terlalu ke tepi laut tanpa menyadari datangnya gelombang besar yang tiba-tiba menghantam.
Ombak besar yang datang secara mendadak tersebut langsung menyeret kedua korban ke tengah laut. Kondisi pantai selatan yang dikenal memiliki arus kuat membuat keduanya sulit menyelamatkan diri.
Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan operasi pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.
Metode pencarian dilakukan secara menyeluruh, baik melalui jalur darat maupun laut. Tim melakukan penyisiran sepanjang garis pantai untuk mengantisipasi korban terdampar, sementara di laut, pencarian dilakukan menggunakan perahu karet (LCR) untuk menjangkau area yang lebih luas.
Selain itu, pemantauan udara juga dilakukan guna mempercepat proses pencarian. Penggunaan teknologi seperti drone menjadi salah satu upaya untuk memantau area yang sulit dijangkau secara langsung oleh tim di lapangan.
Korlap Operasi SAR Pantai Gajah menegaskan bahwa seluruh upaya telah dilakukan secara maksimal demi menemukan seluruh korban.
“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran darat, laut, serta pemantauan udara secara intensif. Semua potensi telah kami kerahkan agar korban segera ditemukan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi arus laut di kawasan selatan cukup kuat dan dinamis, sehingga sangat mempengaruhi pergerakan korban di laut.
“Kami memperkirakan pergerakan korban mengikuti arus ke arah barat, sehingga pencarian difokuskan pada sektor tersebut, termasuk hingga radius beberapa kilometer dari LKP,” tambahnya.
Meski satu korban telah ditemukan, operasi SAR masih terus dilanjutkan untuk mencari satu korban lainnya, yakni Kafi Al Azam (13), yang hingga saat ini masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan tetap bersiaga dan melanjutkan pencarian dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor, guna memastikan seluruh wilayah yang berpotensi dapat terjangkau secara maksimal.
Harapan besar masih disematkan agar korban kedua segera ditemukan. Dukungan dari masyarakat sekitar juga terus mengalir, baik dalam bentuk tenaga maupun informasi di lapangan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya yang mengintai di kawasan pantai selatan. Ombak besar yang datang secara tiba-tiba menjadi ancaman serius, terutama bagi pengunjung yang kurang memahami karakteristik pantai.
Pihak Basarnas mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di pantai, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang.
“Kami mengimbau agar pengunjung tidak bermain terlalu ke tepi laut, apalagi di lokasi yang sepi tanpa pengawasan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Korlap.
Dengan ditemukannya satu korban, diharapkan proses pencarian korban lainnya dapat segera membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan operasi hingga seluruh korban ditemukan dan diserahkan kepada keluarga.
“Semoga korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan, dan seluruh proses operasi SAR dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti,” pungkasnya.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Situasi di lapangan tetap dipantau secara intensif, sementara keluarga korban masih menunggu dengan penuh harap kabar baik dari tim SAR.


