Bupati Lilis Tinjau Proyek Jalan dan Jembatan 2026, Pastikan Tepat Sasaran


Kebumen – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, turun langsung ke lapangan untuk meninjau sejumlah titik pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang direncanakan dikerjakan pada tahun 2026. Peninjauan yang dilakukan pada Senin (6/4/2026) ini bertujuan memastikan seluruh proyek berjalan sesuai rencana sekaligus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas infrastruktur dasar. Dalam kunjungannya, Bupati Lilis tidak hanya melihat kondisi fisik di lapangan, tetapi juga mengecek kesiapan teknis serta potensi kendala yang mungkin dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan nanti.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah proyek rehabilitasi Jembatan Karanganyar. Pada titik ini, rencananya akan dilakukan pembongkaran sekaligus penggantian plat lantai jembatan yang sudah tidak layak. Kondisi jembatan yang ada dinilai perlu segera diperbaiki demi menjamin keselamatan pengguna jalan.

Selama proses pekerjaan berlangsung, pemerintah juga menyiapkan jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kebijakan ini diambil sebagai solusi sementara agar mobilitas warga tetap berjalan meskipun terbatas. Bupati Lilis menekankan pentingnya pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung agar tidak menimbulkan gangguan signifikan bagi masyarakat.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke ruas jalan Kalirejo–Kenteng yang menjadi salah satu proyek strategis dengan nilai pagu mencapai Rp 2,5 miliar. Pekerjaan di lokasi ini meliputi pembangunan jalan beton sepanjang kurang lebih 600 meter di Desa Kalirejo serta perkerasan aspal sepanjang sekitar 1.000 meter di Desa Kenteng.

Menurut Bupati, pembangunan ruas ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi warga. Akses jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan mempermudah mobilitas masyarakat antar desa. Ia berharap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan kualitas terbaik sehingga memiliki daya tahan yang lama.


Tidak berhenti di situ, Bupati juga meninjau pembangunan jalan Pagebangan–Somagede. Proyek dengan nilai pagu Rp 2,175 miliar ini mencakup pembangunan jalan beton sepanjang 524,5 meter dengan lebar 5 meter. Selain itu, akan dibangun pula drainase u-ditch sepanjang 255,60 meter di sekitar Desa Glontor guna mendukung sistem pengairan dan mencegah genangan air.

Keberadaan drainase ini dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan jalan terhadap kerusakan akibat air. Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk sistem pendukung seperti drainase yang sering kali menjadi faktor penentu umur jalan.

Pada titik lain, perhatian juga diberikan pada pemeliharaan berkala ruas Karanggayam–Kebakalan, tepatnya di Desa Clapar. Proyek dengan nilai pagu Rp 2,05 miliar ini difokuskan pada penanganan longsoran menggunakan dinding penahan tanah setinggi 8,5 meter sepanjang 35,50 meter dengan pondasi borepile.

Penanganan ini dinilai krusial mengingat kondisi geografis wilayah yang rawan longsor. Dengan adanya dinding penahan tanah, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan sekaligus menjaga akses jalan tetap aman dilalui masyarakat.

Masih di ruas yang sama, penanganan juga dilakukan di Desa Logandu dengan nilai pagu Rp 200 juta. Di lokasi ini, longsoran akan ditangani menggunakan dinding penahan tanah jenis bronjong setinggi 5 meter sepanjang 30 meter. Meski nilai proyeknya lebih kecil, namun peranannya tetap vital dalam menjaga stabilitas lereng dan keamanan jalan.


Peninjauan berlanjut ke pembangunan Jalan Peniron–Karanggayam yang memiliki nilai pagu Rp 1,3 miliar. Pekerjaan di ruas ini meliputi pembangunan jalan beton sepanjang 300 meter dengan lebar 4 meter serta jalan aspal sepanjang 300 meter dengan lebar yang sama.

Bupati Lilis menilai pembangunan jalan ini akan membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan. Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan proyek memperhatikan kualitas material serta ketepatan waktu pengerjaan.

Sementara itu, pada Pelebaran Jembatan Klanthong yang berada di ruas Jalan Tembono–Peniron, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,19 miliar. Proyek ini mencakup perbaikan abutment serta pelebaran jembatan menjadi lebar 6,1 meter dengan bentang 5,5 meter.

Dengan pelebaran tersebut, diharapkan kapasitas jembatan meningkat sehingga mampu menampung arus kendaraan yang lebih besar. Hal ini penting untuk mengurangi potensi kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.


Dalam setiap titik yang dikunjungi, Bupati Lilis menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat agar setiap pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

Peninjauan langsung ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan secara efektif. Dengan turun ke lapangan, Bupati dapat melihat kondisi nyata sekaligus mendengar langsung masukan dari masyarakat.

Masyarakat setempat pun menyambut baik langkah tersebut. Mereka berharap pembangunan yang direncanakan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal akses transportasi dan peningkatan ekonomi.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur secara merata. Fokus tidak hanya pada pembangunan baru, tetapi juga pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur yang sudah ada.

Dengan berbagai proyek yang direncanakan pada tahun 2026 ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kebumen semakin baik. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi, kemudahan akses layanan publik, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Langkah Bupati Lilis Nuryani yang turun langsung ke lapangan menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama. Dengan pengawasan yang maksimal, proyek-proyek tersebut diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.

Ads1
Ads2