Kebumen, 23 Maret 2026 — Kawasan pantai selatan Kabupaten Kebumen kembali menjadi sorotan setelah serangkaian kejadian kecelakaan air terjadi dalam kurun waktu dua hari terakhir. Tiga peristiwa tragis dilaporkan terjadi di lokasi berbeda, melibatkan warga lokal maupun wisatawan. Dari ketiga kejadian tersebut, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya ombak besar di pantai selatan yang terkenal memiliki karakteristik gelombang tinggi dan arus bawah laut yang kuat.
Insiden pertama terjadi pada Senin sore, 23 Maret 2026 sekitar pukul 15.45 WIB di Pantai Suwuk, Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Seorang pria bernama Agus Setiawan (42), warga Desa Pucungbedug RT 03 RW 02, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, dilaporkan terseret ombak saat sedang mencari ikan menggunakan jala di tepi pantai.
Menurut keterangan saksi di lokasi, korban awalnya terlihat melempar jala di area yang cukup dekat dengan garis ombak. Namun, tanpa diduga, gelombang besar datang secara tiba-tiba dan menyeret tubuh korban ke tengah laut. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat korban dengan cepat menghilang dari pandangan.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir area perairan dan garis pantai menggunakan perahu serta pengamatan darat.
Masih di hari yang sama, Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 17.02 WIB, insiden kedua terjadi di Pantai Pecaron, Desa Srati, Kecamatan Ayah. Seorang wisatawan bernama Tasdik Susendi (21), seorang buruh asal Dukuh Limbangan RT 08 RW 07, Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, dilaporkan tenggelam setelah terseret ombak saat bermain air laut.
Korban diketahui datang bersama rombongan untuk berwisata di pantai tersebut. Berdasarkan informasi dari rekan korban, Tasdik sempat bermain air di zona yang relatif dangkal. Namun, kondisi ombak yang tidak stabil dan arus balik (rip current) diduga menjadi penyebab korban terseret ke tengah laut.
Upaya pencarian langsung dilakukan oleh petugas dan warga sekitar, namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian dengan memperluas area penyisiran.
Sementara itu, insiden ketiga terjadi sehari sebelumnya, Minggu, 22 Maret 2026 pukul 16.15 WIB di Pantai Karangbolong. Korban bernama Condro Aji Wicaksono (18), warga Citra Vila Wanasri JC 07 No. 52 RT 06 RW 17, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan tenggelam saat berada di kawasan pantai.
Berbeda dengan dua kejadian lainnya, korban berhasil ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menyikapi meningkatnya kejadian kecelakaan air, pihak berwenang mengeluarkan himbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak mandi atau bermain air di pantai selatan Kebumen.
Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi keselamatan bersama. Wisatawan diimbau untuk: Tidak berenang di area pantai yang tidak memiliki pengawasan, Mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang, Tidak mendekati garis ombak, terutama saat gelombang tinggi, Selalu mengawasi anggota keluarga, terutama anak-anak, Mengikuti arahan petugas di lokasi wisata.
Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai. Keindahan alam pantai selatan memang memikat, namun di balik itu tersimpan potensi bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Upaya pencarian terhadap dua korban yang masih hilang terus dilakukan tanpa henti. Harapan besar agar korban segera ditemukan tetap menjadi doa bersama.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam berwisata serta selalu mengutamakan keselamatan di atas segalanya.