Kebumen — Operasi pencarian dan pertolongan (OPSAR) kecelakaan air di Pantai Watubale, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, akhirnya resmi ditutup pada hari kedua, Senin pagi (30/3/2026). Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret ombak, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.
Peristiwa nahas ini bermula pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 08.55 WIB. Tiga remaja pengunjung wisata diketahui berenang di kawasan Pantai Watubale yang saat itu sedang dalam kondisi berbahaya. Meski tim SAR yang berjaga telah berulang kali memberikan imbauan agar tidak melewati batas aman yang ditandai dengan bendera merah, ketiganya tetap nekat bermain air di zona terlarang.
Tak lama berselang, ombak besar tiba-tiba datang dan langsung menyapu ketiga korban. Dalam situasi darurat tersebut, seorang personel SAR Lawet Perkasa, Abdul Halim, yang sedang bertugas di lokasi, dengan sigap melakukan upaya penyelamatan. Ia berhasil menyelamatkan dua orang korban, yakni Muhammad Arron Vito Wijaya (15) dan Ghani Anfa M (16), yang kemudian dinyatakan selamat. Namun satu korban lainnya, Ibnuyun bin Bayad (15), warga Desa Pucang, Banjarnegara, tidak berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang.
Sejak saat itu, tim gabungan langsung melakukan operasi pencarian intensif. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir area sejauh 1 kilometer ke arah barat dan timur dari titik kejadian, serta memperluas jangkauan dengan melibatkan nelayan setempat. Informasi terkait korban juga disebarluaskan ke berbagai pihak, termasuk paguyuban nelayan di sekitar pesisir.
Memasuki hari kedua pencarian, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, korban akhirnya ditemukan di perairan sekitar 2 kilometer ke arah tenggara dari lokasi awal kejadian. Namun, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah korban kemudian segera dievakuasi dan rencananya langsung dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen dalam keterangannya menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan pengunjung terhadap rambu-rambu keselamatan di kawasan wisata pantai.
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Peringatan yang dipasang di lokasi bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan kondisi riil di lapangan yang berpotensi membahayakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pos Basarnas Cilacap menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. Ia menilai kerja sama lintas instansi dan relawan berjalan sangat baik hingga korban berhasil ditemukan.
“Operasi SAR berjalan lancar berkat sinergi yang solid dari seluruh tim gabungan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, mulai dari TNI, Polri, relawan SAR, hingga masyarakat nelayan yang turut membantu pencarian,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, agar lebih waspada saat beraktivitas di pantai, terlebih di kawasan dengan karakter ombak besar seperti Pantai Selatan Jawa.
Senada dengan itu, Kepala USS Karanganyar turut menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi bersama dalam meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada wisatawan.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada pengunjung. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali. Kesadaran wisatawan sangat penting dalam menjaga keselamatan diri,” katanya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kebumen, USS Kebumen, Koramil Ayah, Pos AL Logending, Satpol Airud, Polsek Ayah, Destana Pasir, pengelola wisata, Perhutani, SAR Lawet Perkasa, SAR Tunas Kelapa, SAR MTA, KOWARA, serta rukun nelayan setempat.
Dengan telah ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi ditutup. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya tersembunyi di balik keindahan pantai selatan, serta pentingnya mematuhi setiap imbauan keselamatan demi menghindari tragedi serupa di masa mendatang.