Semarang – Stadion Jatidiri Semarang menjadi saksi epik pertarungan sengit final Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 antara Persak Kebumen dan Persibangga Purbalingga pada Senin, 16 Februari 2026. Di hadapan 7.838 suporter yang memenuhi tribun, "Derby Ngapak" ini berakhir dramatis melalui adu penalti dengan skor 12-11 untuk kemenangan Persibangga.
Pertandingan waktu normal berjalan ketat sepanjang 90 menit. Babak pertama tertutup tanpa gol setelah kedua tim saling jaga pertahanan kokoh. Persibangga akhirnya memimpin 1-0 pada menit ke-49 lewat tendangan akurat Andre Aditya (no. 7). Persak Kebumen bangkit cepat, menyamakan kedudukan di menit ke-65 melalui sundulan Ridwan Adimas (no. 5) dari umpan silang.
Klimaks Adu Penalti Paling Epik
Tanpa perpanjangan waktu, nasib juara langsung ditentukan adu tendara. Suasana memanas saat 11 penendang pertama dari masing-masing tim sukses menaklukkan kiper lawan, termasuk penutup putaran pertama oleh kiper kedua kubu. Skor 11-11 memaksa putaran tambahan.
Di penendang kedua babak kedua, tragedi menimpa Persak. Eksekutor andalan gagal menipu kiper Persibangga, bola membentur mistar. Sementara itu, penendang Persibangga dingin mengeksekusi dengan sempurna, mengunci kemenangan 12-11. Suporter Persibangga membanjiri lapangan merayakan, sementara Laskar Joko Sangkrip tertunduk kecewa meski tampil heroik.
Bupati Hadir Langsung, Sampaikan Motivasi
Bupati Kebumen Lilis Nuryani hadir langsung di tribun VIP didampingi Ir. Mohammad Yahya Fuad, keluarga, Sekda, serta pimpinan OPD. Meski harus puas runner-up, ia tetap bangga atas perjuangan Persak. "Alhamdulillah final sudah selesai. Juara kedua ini soal keberuntungan semata. Saya kagum dengan semangat juang pemain. Insyaallah tahun depan kita rebut gelar juara!" tegasnya.
Bupati juga umumkan kabar gembira infrastruktur. "Teruslah latihan keras. Renovasi Stadion Chandradimuka Kebumen rampung tahun ini. Ke depan Laskar Lawet tak perlu pinjam stadion tetangga lagi. Kita bangun kandang megah standar Liga 2," tambahnya penuh optimisme.
Presiden Klub Persak Tursino ikut berikan apresiasi konkret. "Meski bukan juara, ini sejarah baru. Pemain berhak dapat bonus Rp 70 juta plus tunjangan nasional. Persak lolos putaran nasional sebagai wakil Jateng bersama Persibangga," ujarnya.
Perjalanan Gemilang Menuju Nasional
Performa Persak musim ini luar biasa. Dari grup F, Laskar Joko Sangkrip hajar Persibara Banjarnegara dan Persik Kendal. Di perempat final, mereka kalahkan Persibas Banyumas 3-1 agregat. Semifinal dramatis lawan PSIR Rembang dimenangkan 3-1 agregat usai menang 2-0 tandang Stadion Krida.
Pelatih Gatot Barnowo puji lini belakang. "Kiper dan bek kami solid. Sayang penalti nasib sial. Tapi tiket nasional sudah di tangan, target Liga 3 musim depan realistis." Manajer Arif Budiman bilang persiapan nasional tantang karena Ramadan, tapi optimis pakai Stadion Purworejo sebagai homebase sementara renovasi Chandradimuka.
Dukungan Suporter Jadi Nyawa Kedua
7.838 bonek Kebumen dan Purbalingga ciptakan atmosfer final kompetisi Liga 4 terspektakuler Jateng tahun ini. Konvoi suporter dari Kebumen berangkat sejak subuh, bawa koreografi "Kebumen Beriman". Sorak sorai tak henti saat Ridwan Adimas cetak gol penyeimbang.
Suporter Persak antusias nasional. "Kalah penalti bukan akhir. Di nasional kita buktikan Laskar Lawet layak Liga 3. Renovasi stadion jadi amunisi baru," kata ketua Bonek Lawet, Budi Santoso. Tiket nasional dijadwalkan Juni 2026, lawan perwakilan 33 provinsi lainnya.
Prestasi runner-up ini catatan emas pertama Persak di era profesional. Dengan dukungan bupati, bonus klub, dan semangat suporter, Laskar Joko Sangkrip siap ukir sejarah baru di kasta nasional. Dari runner-up Jateng menuju Liga 3 – mimpi yang kini selangkah lagi terwujud.

