Hanyut di Saluran Irigasi Wadaslintang, Tiga Anak Meninggal



Poncowarno, Kebumen Network - Seorang anak ditemukan tak bernyawa di saluran Irigasi Wadaslintang diwilayah Desa Lerepkebumen, Kecamatan Poncowarno, Kebumen,  Senin sore, 13 Mei 2019.  Anak malang itu diketahui bernama M Hasan Ali (12) warga Dukuh Lubang Kondang, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno.
Anak yang masih duduk di bangku kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tirtomoyo itu ditemukan Saryadi (45)  petani Dukuh Kalimangir, Desa Lerepkebumen sekira pukul 15.00 wib.  Saat itu Saryadi  sedang mencari rumput di pinggir saluran irigasi Wadaslintang.
Dia melihat mayat hanyut di aliran tersebut. Selanjutnya dia memanggil warga lain Misman (42) untuk menunjukkan apa yang dilihatnya. Bersama dua warga lain, mereka mengevakuasi jasad korban ke pinggir saluran irigasi. Selanjutnya warga menghubungi Polsek Poncowarno.
Yang mengejutkan, disekitar lokasi saluran Irigasi Wadaslintang masuk Desa Blater ditemukan kaos berjumlah tiga buah, sandal tiga pasang, sebuah topi dan dua unit sepeda motor yang diduga milik korban dan dua temannya yang sedang bermain di saluran tersebut.
Informasi dari warga, dimungkinkan masih ada dua korban yang belum diketemukan, dan sedang berkoordinasi untuk melakukan pencarian, jelas Humas BPBD, Heri Purwoto.
Adapun dua teman korban yang masih belum ditemukan adalah Anwar (14)  dan Toni (25) keduanya warga Desa Tirtomoyo Kecamatan Poncowarno
Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kapolsek Poncowarno Iptu Sugeng Riyadi, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Poncowarno dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polres Kebumen. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Pencarian
Tim SAR Gabungan, BPBD, BNPP Pos Cilacap, TNI, Polri, Relawan serta Masyarakat melakukan pencarian hingga larut malam. Sekitar pukul 22.45 wib, kedua korban berhasil diketemukan. “Setelah aliran saluran irigasi ditutup, Kedua Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal,sekitar 500 m dibawah lokasi pertama, keduanya terlilit ganggang,” ujar Heri Purwoto.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh tim Inafis, jenasah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(h4r)

Ads1
Ads2