KEBUMEN — Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan, membeberkan rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Kabupaten Kebumen. Informasi tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahmi bersama awak media di Aula Makodim 0709/Kebumen, Senin 18 Mei 2026.
Dalam suasana penuh keakraban, Letkol Inf Eko Majlistyawan menjelaskan bahwa pembangunan Yon TP menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan teritorial TNI AD. Menurutnya, keberadaan batalyon baru tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga akan berperan dalam membantu percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Kebumen.
Ia mengungkapkan, pada tahap awal sebenarnya direncanakan terdapat dua Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Kodim 0709/Kebumen. Namun, hingga saat ini proyek yang baru mulai berjalan adalah pembangunan satu batalyon yang berlokasi di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan.
“Awalnya memang direncanakan ada dua Yon TP di wilayah Kodim Kebumen. Tetapi yang saat ini prosesnya berjalan baru satu, lokasinya di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan,” ungkap Letkol Inf Eko Majlistyawan di hadapan awak media.
Pembangunan markas Yon TP tersebut memanfaatkan lahan milik Perhutani dengan luas kurang lebih 50 hektare. Lokasi itu dinilai strategis karena memiliki area cukup luas untuk pengembangan fasilitas militer sekaligus mendukung konsep pembinaan teritorial yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar.
Menurut Dandim, pemanfaatan lahan Perhutani tersebut telah melalui sejumlah tahapan koordinasi dan perencanaan. Nantinya kawasan Yon TP tidak hanya diisi bangunan markas dan sarana latihan, tetapi juga diproyeksikan memiliki kawasan pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif maupun pembinaan masyarakat.
“Konsep Yon TP ini berbeda dengan batalyon reguler pada umumnya. Selain memiliki fungsi pertahanan, juga ada orientasi pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Yon TP diharapkan mampu memperkuat kehadiran negara di wilayah sekaligus membantu masyarakat dalam berbagai sektor. Mulai dari ketahanan pangan, penanganan bencana, hingga pembinaan generasi muda dan penguatan wawasan kebangsaan.
Kebumen sendiri dinilai memiliki posisi strategis dari sisi geografis dan potensi wilayah. Karena itu, pembangunan satuan baru TNI AD tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas keamanan maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Letkol Inf Eko Majlistyawan juga menjelaskan bahwa pembangunan Yon TP diperkirakan akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga di sekitar lokasi. Aktivitas pembangunan dan keberadaan personel nantinya diyakini akan memunculkan pergerakan ekonomi, mulai dari sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil masyarakat.
“Kalau satuan baru berdiri, otomatis akan ada aktivitas ekonomi yang tumbuh. Ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, pembangunan batalyon tersebut juga dipandang dapat meningkatkan kesiapsiagaan penanganan bencana di wilayah selatan Kebumen. Seperti diketahui, Kabupaten Kebumen merupakan daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, baik gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun tsunami di kawasan pesisir selatan.
Dengan adanya Yon TP, kekuatan personel dan dukungan logistik penanganan bencana di wilayah Kebumen diharapkan semakin optimal. Personel TNI nantinya dapat bergerak lebih cepat saat terjadi kondisi darurat di berbagai wilayah.
Dandim menegaskan bahwa TNI AD saat ini terus mendorong konsep pembinaan teritorial yang adaptif dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan Yon TP tidak hanya dipandang dari sisi pertahanan semata, melainkan juga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional dari tingkat wilayah.
“Ketahanan wilayah tidak hanya soal keamanan, tetapi juga bagaimana masyarakatnya kuat, ekonominya berjalan, dan memiliki semangat kebangsaan yang baik,” katanya.
Pada kegiatan silaturahmi tersebut, Letkol Inf Eko Majlistyawan juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers di Kabupaten Kebumen yang selama ini dinilai aktif membantu menyampaikan informasi positif kepada masyarakat. Ia berharap hubungan baik antara Kodim 0709/Kebumen dengan awak media dapat terus terjalin secara harmonis.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menjaga suasana kondusif di daerah melalui penyampaian informasi yang akurat dan edukatif. Karena itu, komunikasi antara TNI dan insan pers dinilai perlu terus diperkuat.
“Kami berharap sinergi dengan rekan-rekan media tetap terjalin baik. Informasi yang benar dan membangun sangat penting untuk menjaga suasana kondusif di masyarakat,” tutur Dandim.
Sementara itu, rencana pembangunan Yon TP di Kecamatan Buayan mulai menjadi perhatian masyarakat karena dinilai akan membawa perubahan besar bagi kawasan tersebut. Selain membuka akses pembangunan infrastruktur, keberadaan markas TNI baru juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan kawasan di wilayah selatan Kebumen.
Sejumlah warga menyambut positif rencana pembangunan tersebut. Mereka berharap kehadiran Yon TP nantinya benar-benar dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan pembangunan desa.
Kecamatan Buayan selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan sumber daya alam cukup besar. Dengan masuknya proyek pembangunan strategis tersebut, masyarakat berharap akses jalan, fasilitas umum, dan layanan penunjang lainnya ikut berkembang.
Meski demikian, Dandim memastikan seluruh proses pembangunan akan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Ia menegaskan bahwa pembangunan Yon TP dilakukan untuk kepentingan negara sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Hingga kini, proses pembangunan terus berjalan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kodim 0709/Kebumen juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait guna memastikan proyek tersebut berjalan lancar.
Ke depan, Yon TP di Desa Banyumudal diharapkan menjadi salah satu kekuatan strategis TNI AD di wilayah selatan Jawa Tengah sekaligus menjadi simbol sinergi antara pertahanan negara dan pembangunan masyarakat.(KN/*)

