Sempor – Ribuan tangan dari berbagai instansi pemerintah dan organisasi masyarakat bergandeng tangan dalam aksi penanaman pohon skala besar yang bertujuan untuk mencegah pergerakan tanah di Desa Sampang Sempor, Kamis (6/3/2026). Acara yang menjadi tahap pertama dari program penanaman total 5.000 pohon selama tahun ini menghadirkan lebih dari 200 peserta dari berbagai pihak, dengan bibit yang disediakan langsung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.
Daerah Desa Sampang Sempor telah lama masuk dalam zona rawan gerakan tanah berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kondisi topografi yang miring serta curah hujan tinggi di musim penghujan seringkali menjadi pemicu terjadinya longsor yang mengancam keselamatan warga dan infrastruktur penting di wilayah tersebut. Menanggapi hal ini, BPBD Kabupaten Kebumen mengambil peran sebagai koordinator utama dalam menggerakkan berbagai stakeholder untuk bersama-sama melakukan upaya mitigasi bencana.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman bencana geologi seperti ini. Kolaborasi dari semua pihak adalah kunci keberhasilan program mitigasi ini," ujar Kepala BPBD Kebumen, Bapak Slamet Santoso, dalam sambutannya pada awal acara. Menurutnya, penanaman pohon berakar kuat merupakan salah satu langkah paling efektif dan berkelanjutan untuk memperkuat struktur tanah serta mengurangi laju erosi permukaan.
Peserta yang terlibat dalam aksi penanaman ini berasal dari berbagai instansi, antara lain Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Dinsos P3A) Kabupaten Kebumen yang turut mendampingi kelompok masyarakat rentan bencana, Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perkebunan (DLHKP) yang menangani teknis penanaman dan pemeliharaan bibit, serta Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Disperkimhub) yang membantu dalam penyebaran informasi dan koordinasi logistik.
Selain instansi pemerintah, organisasi masyarakat juga aktif berpartisipasi, salah satunya adalah Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Kabupaten Kebumen yang telah menggalang sukarelawan dari kalangan pemuda lokal untuk turut serta dalam kegiatan ini. "Kami melihat bahwa aksi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tapi juga tentang membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan untuk keselamatan kita semua," ungkap Ketua RAPI Kebumen, Susanto, SH.
Dukungan juga datang dari pihak keamanan dan pemerintahan lokal, termasuk Polsek Sempor, Koramil Sempor, Pemerintah Kecamatan Sempor, serta Pemerintah Desa (Pemdes) Sampang Sempor yang telah menyediakan lahan seluas kurang lebih 2 hektare untuk lokasi penanaman tahap pertama. Selain itu, Destana Sampang juga turut hadir untuk mendukung acara, mengingat kawasan tersebut merupakan wilayah warga Sampang yang memiliki potensi sebagai objek wisata alam yang perlu dijaga kelestariannya.
Semua bibit yang digunakan dalam penanaman tahap pertama berjumlah 1000 batang merupakan jenis-jenis pohon berakar kuat yang direkomendasikan oleh PVMBG dan Dinas Kehutanan Jawa Tengah. Di antaranya adalah pohon trembesi, mahoni, akasia, dan sengon yang dikenal memiliki sistem perakaran yang dalam dan mampu mengikat tanah dengan kuat. Setiap bibit telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi lingkungan dan kemampuan tumbuh optimal di daerah rawan gerakan tanah.
Proses penanaman dilakukan secara terorganisir dengan pembagian kelompok kerja berdasarkan area lokasi. Warga masyarakat lokal juga antusias berpartisipasi, dengan membawa alat-alat pertanian sendiri untuk membantu proses penanaman.
"Kami sangat bersyukur karena banyak pihak yang peduli dengan keselamatan desa kami. Sejak beberapa tahun terakhir, kita sering khawatir saat musim hujan tiba. Dengan adanya penanaman pohon ini, kami harap risiko longsor dapat berkurang secara signifikan," ucap Bapak Sukimin, seorang warga Desa Sampang Sempor yang turut serta dalam kegiatan.
Setelah seluruh bibit berhasil ditanam dengan rapi di seluruh area lokasi, acara ditutup dengan acara buka bersama yang diadakan di halaman Balai Desa Sampang Sempor. Makanan dan minuman yang disajikan berasal dari hasil gotong royong antar peserta dan warga masyarakat, menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas dalam upaya menjaga lingkungan dan mencegah bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Sempor, H Marlan, SH,M.Si, menyampaikan bahwa program penanaman pohon akan terus dilanjutkan dalam tahap berikutnya. "Tahap pertama ini adalah awal yang baik. Kita akan melanjutkan dengan penanaman 1000 pohon lagi setiap bulan hingga mencapai target total 5.000 pohon pada akhir tahun ini. Selain itu, kita juga akan melakukan program pemeliharaan rutin agar pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan sehat dan berfungsi maksimal," jelasnya.
Acara yang berlangsung dari siang hingga waktu berbuka puasa ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan dan keamanan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar instansi dan antara pemerintah dengan masyarakat. Semoga langkah konkret ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang juga berisiko terhadap pergerakan tanah, sehingga bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan lestari.
