Pacuan Kuda Ambal “Bupati Kebumen Cup 2026” Siap Hadirkan Adrenalin Tinggi


Kebumen – Tradisi bergengsi Pacuan Kuda Ambal kembali menggema di Bumi Menganti setelah sempat redup di masa pandemi. Ajang “Bupati Kebumen Cup 2026” resmi dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Maret 2026 di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal. Pengumuman ini disampaikan langsung dalam audiensi panitia penyelenggara dengan Bupati Kebumen Lilis Nuryani di ruang kerjanya, Rumah Dinas Bupati, pada Senin (23/2/2026).

Audiensi yang berlangsung khidmat menjadi penanda kembalinya event olahraga tradisional paling dinanti warga Kebumen. Panitia yang dipimpin ketua umum dan bendahara menyampaikan rencana matang, mulai dari susunan lomba, hadiah total jutaan rupiah, hingga protokol kesehatan ketat. Bupati Lilis Nuryani menyambut baik inisiatif ini sebagai wujud pelestarian budaya lokal sekaligus pendorong ekonomi masyarakat pedesaan jelang Ramadan.

Sejarah Glorius Pacuan Kuda Ambal

Pacuan Kuda Ambal bukan sekadar lomba balap, melainkan warisan leluhur yang telah mengakar sejak era kolonial Belanda. Lapangan Krido Turonggo, yang membentang seluas 5 hektar, dikenal sebagai “rumput hijau keberuntungan” karena tanahnya yang rata dan rumput gajah yang lebat. Tradisi ini lahir dari budaya Samin Ambal, suku petani kuda yang mengembangkan teknik pelatihan kuda lokal berevolusi menjadi pacuan kecepatan kelas kabupaten.

Pada 2025, event ini sempat hiatus akibat banjir besar yang merusak infrastruktur lapangan. Kini, setelah perbaikan total dengan dana APBD Rp 300 juta, lapangan kembali prima dengan lintasan 800 meter standar nasional. Panitia menargetkan partisipasi 150 ekor kuda dari 12 kecamatan, termasuk tamu undangan dari Purworejo, Cilacap, dan Banyumas. Kuda-kuda unggulan seperti “Si Hitam Petir” milik H. Mursid dari Desa Petangkuran dan “Guntur Jaya” punya rekor 1 menit 45 detik menjadi sorotan utama.

Bupati Lilis menegaskan event ini strategis bagi pariwisata Kebumen. “Pacuan kuda bukan hanya hiburan, tapi magnet wisatawan. Tahun lalu saja, 25 ribu penonton hadir, memutar roda ekonomi UMKM lokal hingga Rp 2 miliar,” ujarnya. Pemerintah daerah siapkan shuttle bus gratis dari Terminal Kebumen dan Gombong, plus paket wisata Pantai Logending pasca-lomba.
Rincian Jadwal dan Kategori Lomba

Event tiga hari ini dirancang penuh aksi. Hari pertama (24/3) dibuka dengan Kirab Budaya Ambal: parade 50 ekor kuda berhias kain songket, diikuti lomba pacuan kelas pemula (kuda usia 2-3 tahun, jarak 400 meter). Hadiah utama Rp 15 juta plus piala bupati untuk juara 1. Sore harinya, demo jockey profesional dari Balai Latihan Kuda Karangwuni memamerkan teknik lompat rintangan.


Hari kedua (25/3) jadi puncak adernalin dengan “Bupati Cup” kelas utama: pacuan 800 meter untuk kuda dewasa. Kategori dibagi berdasarkan berat jockey (45-55 kg) dan jenis kuda (thoroughbred vs lokal crossbreed). Total hadiah Rp 75 juta, termasuk motor trail untuk juara umum. Hiburan tambahan: parade kuda tenaga tunggal menarik kereta adat dan pentas reog ponorogo undangan.

Penutupan 26/3 menampilkan lomba spesial “Pacuan Ibu-ibu PKK” jarak 200 meter, simbol emansipasi perempuan Ambal yang terkenal jago tunggang kuda. Acara diakhiri pembagian doorprize berupa kambing etawa dan pengumuman “Kuda Terbaik 2026” berdasarkan voting penonton via aplikasi QR code.

Panitia juga hadirkan zona kuliner khas Ambal: sate kuda, wedang ronde kuda, dan tiwul goreng dengan bumbu petis. Rencana tambahan, live streaming via Instagram @pacuankudaambal dan TikTok untuk jangkauan nasional.

Dukungan Pemerintah dan Sponsor
Audiensi dengan bupati menghasilkan komitmen nyata. Pemkab Kebumen alokasikan subsidi Rp 150 juta untuk operasional, termasuk pemeliharaan lapangan dan pengamanan Polsek Ambal. Dinas Pariwisata siapkan 200 personil untuk pengunjung, sementara Dinas Kesehatan stand by posko medis dengan 5 dokter dan 2 ambulan. “Kami pastikan protokol kesehatan 100%: handsanitizer di setiap gerbang, masker wajib, dan thermogun di pintu masuk,” janji Kepala Dinas Kesehatan.
Sponsor utama meliputi Bank Jateng Cabang Kebumen (piala bergilir), PT Semen Gresik (tendanya raksasa berkapasitas 5.000 orang), dan Gudang Garam (seragam panitia). Total panitia 150 orang, dipimpin Joko Susilo (ketua umum) dan Sri Wahyuni (bendahara), dengan pengalaman sukses event 2024 yang ditonton 30 ribu orang.

Bupati Lilis menambahkan nilai tambah ekonomi. “Setiap event pacuan, pedagang kaki lima lapor omzet naik 300%. Tahun ini kami tambah 100 lapak UMKM perempuan, jual batik Ambal dan kerajinan kulit kuda.” Program ini sejalan dengan visi Kebumen Emas 2027: pariwisata berbasis budaya unggulan.

Dampak Sosial dan Pelestarian Budaya
Pacuan Kuda Ambal lebih dari hiburan; ia jaga eksistensi 500 peternak kuda di Kecamatan Ambal. Data Dinas Pertanian catat, 70% kuda lokal terancam punah akibat konversi lahan sawah jadi tambak. Event ini jadi panggung regenerasi: 30% peserta jockey adalah pemuda usia 15-20 tahun yang dilatih gratis di sanggar kuda desa.

Warga setempat antusias. “Pacuan kuda bagaikan Lebaran kecil. Rumah saya disewakan jadi homestay, tambah rezeki,” cerita Mbak Sari (42), warung mie ongklok dekat lapangan. Tak hanya ekonomi, event ini perkuat toleransi antarwarga. “Muslim, Kristen, warga Jawa dan Samin sama-sama gotong royong bersihkan lapangan. Ini Kebumen sejati: bhineka bhinneka,” tambah Pak RT Kaibon.
Tantangan dan Solusi

Tantangan utama: cuaca ekstrem. El Nino 2026 prediksi hujan deras Maret-April. Panitia siapkan tenda anti bocor dan lintasan drainase baru. Isu doping kuda diatasi tes urine acak oleh dokter hewan Dinas Peternakan. Pengamanan diperketat: 100 personel gabungan TNI-Polri, CCTV 8 titik, dan pos pengamanan di 4 sudut lapangan.

Bupati Lilis tutup audiensi dengan pesan inspiratif: “Pacuan Kuda Ambal adalah napas Kebumen. Mari jadikan Bupati Cup 2026 sebagai panggung kebanggaan kita semua. Dari Ambal ke dunia!” Panitia berjanji transparansi anggaran via website resmi dan laporan pasca-event ke DPRD.

Harapan Menuju Event Legendaris

“Bupati Kebumen Cup 2026” diprediksi jadi penutup manis pra-Ramadan. Dengan tiket masuk Rp 20 ribu (anak-anak gratis), event ini inklusif semua kalangan. Target 40 ribu penonton realistis, mengingat live YouTube tahun lalu capai 100 ribu views. Bagi pecinta kuda, ini ajang tanding silang antar stable terkemuka Jawa Tengah.

Tradisi ini juga jadi ajang pencarian bibit unggul untuk PON Jateng 2028. Dua jockey muda Ambal, Andi (17) dan Rina (19), incar medali emas setelah runner-up tahun lalu. Dengan dukungan bupati dan antusiasme warga, Pacuan Kuda Ambal siap ukir sejarah baru: event budaya terbesar Kebumen di era digital.

Event ini tak hanya galakkan kuda, tapi juga semangat kebersamaan. Dari derap langkah kuda di rumput hijau Krido Turonggo, lahir cerita kebanggaan Kaibonpetangkuran untuk Indonesia. Selamat datang di Bupati Kebumen Cup 2026 – di mana kecepatan bertemu tradisi!

Previous Post Next Post