Kebumen, 25 Februari 2026 – Keluhan warga soal jalan rusak yang viral di media sosial kini tak lagi jadi mimpi buruk. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen bergerak cepat, langsung tinjau lapangan dan siapkan anggaran fantastis untuk perbaikan di Tahun Anggaran (TA) 2026. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, secara pribadi turun tangan meninjau titik-titik panas pada Rabu (25/2) lalu, menjanjikan solusi permanen bagi ruas-ruas jalan yang bikin pengendara nyaris "offroad" setiap hari.
Aksi kilat ini lahir dari suara rakyat di dunia maya. Akun @rskiamnh_ dan @rrnadrni ramai mengeluhkan kondisi ruas Sruni–Wonosari yang berlubang-lubang parah, seperti trek balap liar. "Jalan ini bikin motor mogok terus, kapan diperbaiki?" keluh salah satu postingan yang mendapat ribuan like. Tak butuh waktu lama, Pemkab Kebumen merespons. Mereka alokasikan Rp 3,04 miliar untuk betonisasi sepanjang 961 meter, terbagi dalam lima segmen strategis. "Ini prioritas utama, karena sering jadi keluhan utama warga," ujar Kepala DPUPR Kebumen, Ir. Joni Hernawan, MT, saat ditemui di kantornya, Jumat (27/2).
Penanganan darurat sudah mulai digelar. Joni menjelaskan, saat ini timnya fokus pengurukan lubang dengan material berkualitas untuk cegah longsor lebih parah. "Jika dipaksakan perbaikan permanen sekarang, risiko rusak lagi tinggi menjelang Lebaran. Curah hujan ekstrem bisa bikin betonisasi gagal total. Makanya, kita uruk dulu, baru pasca-Lebaran lakukan pemeliharaan berkala dan permanen," terangnya dengan nada tegas. Strategi ini dinilai cerdas oleh warga setempat, yang selama ini kesulitan angkut hasil tani ke pasar.
Bukan cuma Sruni–Wonosari, sorotan juga tertuju ruas Muktisari–Bocor. Di sini, Pemkab siapkan Rp 4,5 miliar untuk perkerasan aspal dua lapis sepanjang 1.465 meter. Jalur vital ini sering jadi saksi banjir lumpur saat musim hujan, mengganggu mobilitas ratusan warga dan pedagang. Selanjutnya, ruas Bocor–Kejayan selatan pasar kebagian Rp 2,09 miliar untuk pengaspalan ulang 700 meter. "Ini akan ringankan beban petani membawa hasil panen, seperti padi dan singkong," kata Joni.
Rencana perbaikan bertahap tak berhenti di situ. Ruas Wonosari–Kembaran, khususnya di Desa Gondanglegi dan Desa Pucangan (dari Pasar Kendal ke utara), masuk daftar prioritas. Meski detail anggarannya masih dirinci, proyek ini dijanjikan rampung di semester pertama 2026. Lalu, ruas Candimulyo–Bojongsari diguyur Rp 870 juta untuk hotmix ulang, sementara Kedungbajul–Poncowarno dapat Rp 2 miliar. Total anggaran keseluruhan mencapai belasan miliar rupiah, menunjukkan komitmen serius Pemkab di tengah keterbatasan fiskal.
Bupati Lilis Nuryani menekankan pendekatan bertahap ini saat tinjau lapangan. "Anggaran terbatas, tapi kami komitmen selesaikan infrastruktur secara menyeluruh. Mulai dari yang paling parah dulu," katanya di hadapan puluhan warga yang ikut menyaksikan. Ia juga ajak masyarakat bersabar selama proses pengadaan barang/jasa, yang biasanya makan waktu 2-3 bulan. "Jalan bagus nantinya harus dirawat bersama. Jangan buang sampah sembarangan atau overload truk, biar awet 10 tahun lebih," pesan Bupati dengan senyum ramah, langsung disambut aplaus.
Respons cepat Pemkab ini jadi contoh nyata pemerintahan yang "melek medsos". Sejak keluhan viral awal Februari, DPUPR catat lebih dari 500 laporan serupa via X dan Instagram. "Kami punya tim monitoring 24 jam, langsung koordinasi dengan kecamatan," tambah Joni. Dampaknya? Ekonomi lokal bakal terdongkrak. Petani di Sruni–Wonosari, misalnya, bisa hemat biaya transportasi hingga 30%, kata Ketua Kelompok Tani Gondanglegi, Pak Slamet.
Warga pun beri acungan jempol. "Akhirnya didengar! Dulu keluhan cuma angin lalu, sekarang langsung action," kata Rina, warga Wonosari yang sering bolak-balik ke pasar. Bupati Lilis harap, dengan infrastruktur prima, Kebumen makin maju sebagai lumbung padi Jawa Tengah. Proyek dimulai April 2026, pasca-Lebaran, dan dipantau langsung via aplikasi pelaporan warga.


