Kebumen, - Harapan pelaku UMKM Kebumen untuk melihat produknya terpajang di rak toko modern kini semakin nyata. Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama PT Indomarco Pristama menggelar pelatihan kewirausahaan dan kurasi produk di Pendopo Kabumian, Selasa (2/12/2025). Sebanyak 100 pelaku usaha membawa 122 produk untuk dinilai kelayakannya masuk ke jaringan ritel.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, ada peluang besar yang harus dimanfaatkan, yakni 37 gerai toko modern di wilayah Kebumen yang siap menampung produk lokal jika memenuhi standar. “UMKM kita harus berani bersaing, memperbaiki kualitas, dan memenuhi standar industri ritel,” ujarnya saat meninjau stan produk.
Dalam kurasi tersebut, aspek legalitas, kemasan, dan konsistensi kualitas menjadi syarat utama. Produk dengan izin PIRT, sertifikat halal, serta kemasan yang rapi akan lebih mudah lolos. Bupati Lilis menekankan bahwa pendampingan ini adalah momentum penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Suasana pendopo tampak semarak dengan deretan produk lokal, mulai dari makanan ringan hingga kerajinan tangan. Salah satu peserta, Wahyu Solihim dari Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring, mengaku optimis. Produsen keripik kelapa ini berharap produknya bisa menjangkau konsumen lebih luas melalui jaringan toko modern, setelah selama ini hanya dipasarkan di Kebumen dan sesekali ke Jakarta serta Bandung.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah juga membagikan 100 unit timbangan digital kepada peserta untuk meningkatkan akurasi produksi. Selain itu, sebuah gerobak usaha diberikan kepada peserta yang beruntung melalui undian.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Kebumen dalam mengangkat UMKM lokal agar tidak hanya berjaya di pasar tradisional, tetapi juga mampu bersaing di ritel modern. Dengan dorongan pemerintah dan semangat pelaku usaha, produk lokal Kebumen berpeluang besar menjadi wajah baru di rak-rak toko modern.