Majenang, Cilacap — Pada Kamis malam, 13 November 2025 pukul 21.00 WIB, bencana tanah longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Longsor ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB dan kondisi tanah yang labil.
Peristiwa ini menyebabkan delapan rumah tertimbun material longsor, sementara enam belas rumah lainnya terancam. Hingga kini, proses pencarian korban masih berlangsung dengan delapan orang diduga masih tertimbun. Korban jiwa telah dilaporkan satu orang, yaitu Julia (20 tahun), sementara tiga orang mengalami luka ringan, yakni Maya, Haryanto, dan Andi.
Dampak longsor meliputi dua dusun, yaitu Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan RT 06 RW 03. Penanganan darurat telah dilakukan dengan koordinasi cepat antara tim SAR, relawan, dan warga setempat. Namun, proses evakuasi sempat terhambat karena keterbatasan peralatan di UPTD PKBD Kedaruratan Majenang.
Peralatan berat dan perlengkapan rescue baru tiba sekitar pukul 22.30 WIB, sehingga pencarian korban dapat dilanjutkan dengan lebih optimal. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat berat, logistik makanan, lampu penerangan, serta perlengkapan USAR (Urban Search and Rescue).
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil dan curah hujan yang tinggi.
Data Korban dan Rumah Terdampak
- Rumah tertimbun longsor: 8 unit
- Rumah terancam: 16 unit
- Korban meninggal dunia: 1 orang (Julia, 20 tahun)
- Korban luka ringan: 3 orang (Maya, Haryanto, Andi)
- Korban luka berat: 0
- Jumlah korban masih dalam pencarian: diperkirakan 8 orang
- Bapak Dislam (2 jiwa)
- Bapak Daryana (3 jiwa)
- Ibu Nina (3 jiwa)
- Ibu Lilis (2 jiwa)
- Bapak Haryanto (2 jiwa)
- Bapak Sunarso (3 jiwa, selamat)
- Bapak Yayung (4 jiwa, selamat)
- Pak Edi (3 jiwa, selamat)
- Alat berat
- Peralatan rescue
- Lampu penerangan
- Mesin pompa air (alkon)
- Logistik makanan
Pihak terkait terus melakukan kaji cepat dan koordinasi penanganan tanggap darurat untuk meminimalisir dampak dan risiko bencana susulan.
