Kebumen Catat Sejarah Baru: Geopark Masuk Jaringan Global UNESCO


Kebumen, Jawa Tengah
— Indonesia kembali menorehkan prestasi internasional. Geopark Kebumen akhirnya diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp), menjadikannya salah satu dari 12 geopark Indonesia yang kini diakui dunia. Status ini menegaskan bahwa kawasan Kebumen bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga warisan geologi dan budaya yang bernilai tinggi.

Warisan Geologi Ratusan Juta Tahun

Geopark Kebumen, yang mencakup 22 kecamatan dengan lebih dari 40 situs geologi, dikenal dengan julukan “The Mother of Earth”. Kawasan ini menyimpan jejak geologi berusia ratusan juta tahun, di antaranya:

  • Karangsambung: pusat penelitian geologi nasional dengan batuan tertua di Jawa.
  • Gua Jatijajar: gua kapur dengan stalaktit dan stalagmit unik serta nilai sejarah.
  • Pantai Menganti: pantai ikonik dengan tebing kapur dan pasir putih yang mendukung wisata edukasi.

Dampak Pengakuan UNESCO

Dengan status baru ini, Geopark Kebumen diharapkan menjadi motor penggerak ekowisata dan ekonomi lokal. Pengakuan internasional membuka peluang usaha baru, memperkuat branding pariwisata Indonesia, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Indonesia Kini Punya 12 Geopark Global

Selain Kebumen dan Meratus, Indonesia telah memiliki geopark lain yang diakui UNESCO, seperti Batur, Gunung Sewu, Ciletuh, Rinjani, Kaldera Toba, Belitong, Maros Pangkep, Ijen, Merangin Jambi, dan Raja Ampat. Keberagaman ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah geopark terbanyak di Asia Tenggara.

Pesan Penting

Pengakuan UNESCO bukan sekadar prestasi administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga warisan geologi, budaya, dan ekosistem. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan menjadi kunci agar geopark benar-benar menjadi pusat pariwisata berkelanjutan dan kebanggaan nasional.

Previous Post Next Post