![]() |
| Drs. Muhyidin Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kebumen. Foto:istimewa |
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk lebih berhemat dalam menggunakan air. Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Drs. Eko Widianto melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Drs. Muhyidin mengatakan, musim kemarau tahun ini di wilayah Kabupaten Kebumen memang belum ada laporan adanya desa yang kekeringan. Kendati demikian, menghemat pemakaian air bersih sangat bermanfaat manakala musim kemarau seperti ini.
"Gotong royong masyarakat juga perlu ditingkatkan seperti berbagi air bersih jika tetangga membutuhkan," ungkapnya, Selasa (22/5/2018).
BPBD Kebumen mempresentasikan puncak kemarau tahun 2018 terjadi pada bulan Agustus hingga September. Berdasarkan keterangan BMKG yang diterimanya, droping air bersih tetap dilakukan lantaran cuaca kemarau kali ini memiliki kemiripan dengan tahun lalu.
"Untuk tahun ini, 64 desa dari 12 kecamatan berpotensi terjadi kekeringan, saat ini kami masih melakukan validasi pendataan daerah yang akan kita salurkan bantuan air bersih" jelasnya.
Terkait daerah rawan kebakaran, menurut Muhyidin Kebumen tidak ada hutan yang rawan kebakaran. Di samping itu, hutan rakyat yang ada juga letaknya jauh dari pemukiman penduduk. Jika memang terjadi kebakaran, itu hanyalah terjadi pada spot tertentu tidak sampai besar.
"Pernah terjadi kebakaran hutan tetapi mati dengan sendirinya," tandasnya.(lukman hakim/adm)
